Transviolet: New Generation of Synth-Pop

19-01-2016 11:01:40 By Tyas Pamungkas
img

Kekaguman Katy Perry dan Harry Styles  akan musik yang dibuat Transviolet membuat nama mereka meroket. Ada alasan di baliknya: suara vokalis dan lirik yang indah, menyerukan perdamaian bagi dunia. Transviolet adalah Sarah McTaggart, Judah McCarthy, Michael Panek, dan Jon Garcia. Mereka berasal dari New York, namun akhirnya memutuskan untuk pindah ke Los Angeles. Mereka terinspirasi oleh David Bowie dan ingin meneruskan jejaknya. Satu hal yang patut dikagumi dari band beraliran synth-pop ini adalah keinginan mereka agar manusia di dunia ini tidak terkotak-kotak menjadi banyak jenis. “Kita tidak ditentukan dari warna kulit atau jumlah uang yang dimiliki di bank. Kita tidak hanya dilihat dari gender atau orientasi seksual. Semuanya harus dilihat secara mendetail. Kita adalah manusia, yang membutuhkan cinta, rasa hormat, dan penerimaan” papar mereka dalam sebuah wawancara. Cara mereka dalam melihat manusia itu dituangkan dalam single terbaru yang keluar September lalu berjudul “New Bohemia”. Lagu ini menceritakan manusia yang harus keluar dari lingkaran personal hidupnya dan melihat dunia dengan perspektif yang berbeda. Transviolet berpendapat, bahwa sudah seharusnya semua manusia diperlakukan secara terhormat dan sama.

“Making headlines just for kicks. Tryna get love not tryna get rich. We're the new bohemia” – New Bohemia
Walau diperkenalkan pada dunia oleh dua orang yang berpengaruh, musik yang mereka buat tak dibuat alakadarnya. Sarah sebagai vokalis benar-benar menjiwai pesan yang ingin ia sampaikan melalui lagunya. Vokalis ini bukan hanya pajangan, ia memiliki kekuatan untuk menyatukan semua instrumen yang dibawakan teman-teman satu grupnya. Sarah bahkan rela dari pekerjaan sebelumnya untuk serius menekuni karirnya di bidang musik. “Bloodstream” yang dijadikan sebagai single kedua menuai sukses saat rilisnya: Spotify Top 15 of the U.S Viral Chart dan bertahan selama dua pekan dengan 400.000 streams. Mereka juga meraih penghargaan World Record dari acara Beats 1 di Inggris. Selain dua lagu tersebut, ada sebuah lagu berjudul “Girls Your Age” yang mengisahkan kekuatan perempuan dengan liriknya yang cukup menggugah “And he says girls your age, Never mean what they say, I've got a renegade heart, And it's screaming his namebut then it beats like, You've got time to kill baby, don't go jump the gun, live fast while you're young honey.” Tak hanya keunikan musik yang dimiliki Transviolet, tapi juga keeksentrikan mereka dalam menjual musiknya. Juli 2015 lalu, mereka sempat membuat gempar remaja Amerika karena mengirimkan kaset misterius ke rumah masing-masing. Tak ada penjelasan di covernya, hanya ada “Just Press Play” di badan kaset dengan tulisan tangan. Dalam bungkusnya dituliskan (masih dengan tulisan tangan) yang menjelaskan jika penerima tidak memiliki cassete player, bisa memasukkan kode yang tertera dalam Shazam. Banyak yang memuji cara mereka memperkenalkan diri, sedikit menakutkan tapi akhirnya sukses mendapat perhatian. https://www.youtube.com/playlist?list=PL8oeve7ztwdKsTolxUErnL3rEnlNwH4yh