Spirit of The Original Trilogy in Star Wars: The Force Awakens

27-12-2015 12:12:53 By Tyas Pamungkas
img

Star Wars: The Force Awakens menjadi film yang mampu mengobati kerinduan penggemarnya yang telah menantikan kisah 38 tahun setelah kematian Darth Vader. Kisah, tokoh, maupun robot baru diracik kisahnya secara menarik, spektakuler, sekaligus menggoda oleh JJ Abrams, sang sutradara baru. Kalau kamu menonton A New Hope, Empire Strikes Back, dan Return of the Jedi yang menjadi original trilogy, pasti ada rasa ingin tertawa melihat special effects maupun dialog yang dikembangkan oleh George Lucas, sang kreator Star Wars. JJ Abrams mengembangkan Star Wars: The Force Awakens menjadi jenis yang lain, jenis yang lebih baru, tapi tetap bisa menjadikan film ini seperti yang telah lama dikenal dan dicintai penggemarnya. Kemunculan Rey (Daisy Ridley), Finn (John Boyega), dan Poe Dameron (Oscar Isaac)  sebagai trio protagonis tidak meninggalkan kesan asing di hati penontonnya. Rey adalah perempuan gurun pasir Jakku yang tak diketahui asal usulnya tapi menyimpan kemampuan sekelas Jedi. Finn adalah mantan Stromtrooper yang awalnya hanya dikenali dari kode FN-2187, memperoleh namanya hasil pemberian Poe Dameron, seorang pilot handal dari Resistance, pasukan elit bentukan Leia Organa. Mereka juga baru saling kenal, tapi sudah bisa menjahit kisah yang tentunya masih menyisakan tanda tanya di akhir film. Tokoh baru yang tak kalah seru adalah Kylo Ren yang diperankan Adam Driver. Ia adalah villain dengan level tantrum yang luar biasa. Jika Darth Vader sangat suka mengintimidasi orang-orang menggunakan kemampuan kontrol jarak jauhnya, Ren memiliki kebiasaan menyabetkan saber secara acak dan tak stabil. Sungguh kepribadian yang bertolak belakang dan tak tertebak. Jangan lupakan kehadiran BB-8. Robot berbentuk bola berwarna putih-oranye ini sukses merebut hati penonton dengan tingkahnya yang lebih ekspresif, cerdas, sekaligus “tengil”. Sama seperti filmnya , BB-8 tak terasa asing, seolah ia sudah dikenal lama jauh sebelum kemunculan The Force Awakens ini. Star-Wars-The-Force-Awakens-Premiere-67-1280x891 Tokoh lama masih layak diapresiasi. Kemunculan “The Pilot”  Han Solo dan Chewbacca di Millenium Falcon dengan kalimat “Chewie, we’re home” tentunya cukup membuat hati hangat. Seolah tak cukup, nostalgia ini ditambah dengan adegan Leia Organa yang bertemu Han Solo setelah sekian lama terpisah. Mereka hanya bertukar pandang tanpa kata, dilanjutkan dengan Chewie yang memeluk Leia. Kebaruan juga muncul dari set kejadian. Latar belakang waktu film ini adalah sekitar tiga puluh tahun setelah Battle of Endor di The Return of the Jedi. Dalam kekosongan waktu yang begitu lama, wajar saja jika generasi sudah berpindah jauh. JJ Abrams bisa dikatakan hanya mengambil sedikit kejadian yang ada di original trilogy dan tak berusaha keras mengaitkan kisah di film baru ini dengan kisah lama. Saya bisa mengatakan bahwa The Force Awakens ini merupakan babak perkenalan dari film yang jauh lebih seru di sekuel berikutnya. Masih banyak tanda tanya yang tersisa di akhir kisah. Penjelasan karakter masih belum terlalu jelas. Ada dugaan bahwa sebenarnya para karakter ini masih terkait satu sama lain secara biologis, namun semuanya tak bisa disimpulkan sebelum melihat kisah lanjutannya. There’s been awakening. Have you felt it?