The Nutcracker in Jazz: Kisah Klasik Berbalut Modernitas

21-12-2015 08:12:19 By Tyas Pamungkas
img

Balet tak selamanya identik dengan musik klasik. Rumah Karya Sjuman da n Balet Sumber Cipta berhasil menampilkannya secara modern dengan sukses. Kisah Nutcracker yang tak asing lagi di kalangan penggemar balet dibawakan dengan lebih kontemporer Sabtu (19/12) di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Pertunjukan ini dikemas dalam dua babak. Babak pertama mengisahkan keriaan malam Natal di mana semua orang berdansa, berbincang, dan menikmati acara. Tiba-tiba muncul Paman Dross yang membagikan kado bagi anak-anak yang hadir di pesta. Semuanya mendapatkan kado berupa mainan, tak terkecuali Clara. Ia mendapatkan boneka Nutcracker dan dengan bahagia menunjukannya pada anak-anak dan tamu lain. Anak-anak yang lain iri, kemudian berusaha merebut dan merusak boneka Nutcracker milik Clara. Paman Dross segera membantu Clara untuk memperbaikinya. Pesta usai, tamu pulang. Clara yang kelelahan tertidur di sofa. Sampai ia diganggu sekumpulan tikus nakal. Ia kemudian sadar kalau ia sedang tak berada di rumahnya karena semuanya tampak lebih besar. Ia juga melihat Nutcracker yang tiba-tiba berubah menjadi sebesar dirinya. Di babak kedua, Clara pun akhirnya terjebak dalam peperangan antara Nutcracker dan para tentara melawan raja tikus. Nutcracker menang, ia dan Clara pulang ke istana dan disambut Peri Sugarplum. Semuanya berpesta dan berdansa. Sampai tiba akhirnya Clara harus pulang dan berpamitan pada semuanya. Saat ia sadar, ternyata ia masih ada di sofa, terbangun dari mimpi masih sambil memeluk Nutcracker. Semua kisah itu dikemas dalam tarian balet kontemporer. Semua pemainnya yang lebih kurang berjumlah 120 orang tidak mengenakan tutu, pakaian khas para pebalet, melainkan menggunakan dress atau kemeja yang biasa digunakan untuk berpesta. Walau demikian, nuansa kemegahan dan keindahan tarian tak berkurang, justru penonton dibawa ke dalam sensasi lain pertunjukan jazz. Repoertoire baet kontemporer modern merupakan karta artististik Arya Yudhistira Sjuman, dimana musik The Nutcracker diaransemen dalam bentuk jazz dan dibawakan oleh live jazz orchestra mengiringi tarian. Selain siswa dan pengajar Balet Sumber Cipta, pertunjukan ini juga melibatkan pengajar, alumni, dan siswa terpilih dari Sjuman School of Music pimpinan Aksan Sjuman sebagai tim aransemen musik.