Indonesia Fashion Forward’s Designers Pop Up Store at SOGO Plaza Senayan

17-12-2015 12:12:51 By Tyas Pamungkas
img

Desainer Indonesia Fashion Forward memamerkan dan menjual koleksi ready to wear di SOGO Plaza Senayan pada 10 Desember 2015 – 10 Januari 2016. Kerja sama ini merupakan suatu langkah yang menunjukkan kemajuan dan kesuksesan Indonesia Fashion Forward. Desainer menjadi lebih dekat dengan konsumen dan mengetahui apa selera pasar. Indonesia Fashion Forward (IFF) merupakan program yang bertujuan mempercepat kemajuan label atau desiner muda Indonesia. Selain mengkuti program pengajaran, para desainer yang tergabung dalam IFF juga diberikan pengalaman untuk dapat berkembang. Program ini merupakan kerjasama antara Jakarta Fashion Week bersama Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, British Council, dan Centre for Fashion Enterprise London. Hal tersebut ditegaskan oleh Svida Alisjahbana, CEO Femina Group sekaligus Ketua Umum Jakarta Fashion Week saat press conference di Chatterbox Plaza Senayan (16/12). Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat besar, begitu juga dengan desainer yang merasa bahwa pasar yang paling sesuai untuk koleksi mereka adalah Indonesia. “Namun untuk menenbus pasar Indonesia juga tidak mudah. kita melihat booth desainer Indonesia di shopping mall dan juga department store sering kali berada di pinggir, bukan di area tengah atau prime area. Pasar kelas lima ratus ribu hingga dua juta rupiah juga didominasi brand-brand internasional,” ujar Svida. Desainer atau label yang berkesempatan menjual karyanya di Lantai 2 SOGO Plaza Senayan adalah Todjo, Yosafat Dwi Kurniawan, Tertia, Etu, dan Alex[a]lexa. Dalam sesi tanya jawab, mereka menyatakan bahwa kesempatan memamerkan dan menjual karya di department store merupakan salah satu kebanggan dan bisa mendekatkan diri dengan konsumen. Bila respon pasar bagus, bukan mustahil kerjasama peritel-desainer ini menjadi permanen. Monique Natalia Soeriaatmadja, pemilik label Alex[a]lexa mengatakan bahwa melalui IFF, ia jadi belajar memformulasikan Brand DNA agar makin kuat. Brand DNA  merupakan jiwa, esensi, dan pesan yang ingin seorang perancang sampaikan pada pasar. Dengan memasuki ritel, ia berharap Brand DNA yang karyanya miliki jadi lebih kuat  karena punya kesempatan langsung berkomunikasi dengan pembeli. [caption id="attachment_11172" align="aligncenter" width="1249"]SONY DSC Monique, desainer Alex[a]lexa[/caption]Monique menyatakan bahwa ia  tak takut untuk mengikuti selera pasar Mengikuti selera pasar menjadi penting dalam dunia fashion karena seorang desainer membuat baju yang nantinya bisa dipakai pasar. “Kalo fashion kan emang tujuannya untuk jualan ya. Kalo musik mungkin banyak orang yang menyamakannya dengan arts, jadi dia sell out kesannya dia udah ngikutin selera pasar. Kalo di fashion sendiri, kalo menurut aku ya kita nggak blindly bikin hal yang mau kita bikin. It has to be something that people can wear. Selera kita harus mengikuti selera mereka juga dong,” tegasnya.