DWP 2015 Highlight: It’s Really Bigger, Better, and Stronger

14-12-2015 02:12:35 By Tyas Pamungkas
img

Djakarta Warehouse Project (DWP) tahun ini mungkin menjadi pesta tahunan musik EDM terbesar di Indonesia, bahkan Asia. Sederetan nama besar DJ hadir bergantian, memanaskan suasana JiExpo Kemayoran yang kembali dipilih menjadi venue DWP. Tak hanya itu, visualisasi panggung yang megah dan tata lampu juga makin membuat malam seakan tak pernah usai. Puluhan ribu penonton bersatu menikmati suguhan DWP tahun ini. Malam di hari pertama (11/12) mulai larut, tanah basah sehabis hujan, tapi entry gate DWP 2015 masih dijejali calon pengunjung. Di dalam JiExpo, pengunjung berbagai usia tumpah ruah memenuhi area depan Garudha Land, panggung utama sekaligus yang terbesar dengan dekorasi dan visualisasi yang memanjakan mata. Di panggung, Oliver Heldens sibuk berada di belakang DJ Set. DJ asal Belanda berusia 20 tahun ini tampil menawan, membawakan sejumlah lagunya seperti Gecko, You Know, dan Bunnydance. Setelah Oliver Heldens, panggung sempat sepi sejenak. Kru berlalu-lalang menyiapkan set untuk penampilan yang bisa dikatakan paling ditunggu malam itu: Jack Ü. Perpaduan Skrillex dan Diplo ini membuat penonton berebutan untuk bisa berdiri di depan panggung, menjadi saksi penampilan pertama mereka di Asia. Perpaduan penampilan founder Mad Decent dan OSWLA ini ditunggu karena sejumlah hit yang mereka ciptakan tengah menguasai ranah EDM. Siapa yang tak tahu Where Are Ü Now atau To Ü atau Take Ü There yang menjadi lagu andalan mereka. Tak hanya bergoyang, penonton bahkan ikut singalong sepanjang lagu dimainkan. Tak hanya lagu-lagu di atas, mereka juga membawakan lagu Dirty Vibe yang aslinya dibawakan oleh Skrilex, CL, G-Dragon, dan Diplo. Tak hanya Jack Ü dan Garudha Land yang menjadi highlight di hari pertama. Mad Decent, label milik Diplo ini juga mencuri perhatian dengan panggung khususnya. Di panggung ini, hadir sejumlah DJ Mad Decent seperti Cashmere Cat, What So Not, dan Major Lazer. Ada kejadian unik kala Major Lazer memainkan setnya, yaitu kemunculan tiba-tiba Skrillex dan Diplo di tengah-tengah pengunjung. Selain Mad Decent Special Stage, hari pertama ini juga diramaikan oleh The Darker Side Stage, panggung indoor khusus yang dirancang untuk DJ beraliran trance yang memang bernuansa gelap seperti Philip George, Claptone, Jamie Jones, dan Claude Von Stroke. Set panggung ini memang tak sebesar Garudha Land, tapi memiliki efek yang  berbeda. Pengunjung benar-benar dibawa ke dalam suasana warehouse party, dengan sinar laser yang memancar kesana kemari. Hari kedua (12/12) tak kalah seru. Kali ini ada tiga stage yang dijejali barisan DJ kelas dunia, yaitu Garudha Land, Neon Jungle, dan Cosmic Station. Di Garudha Land, DJ Snake mencuri perhatian, di Neon Jungle ada Porter Robinson, dan Sied Van Riel menghentak di Cosmic Station Stage. Dua nama terakhir adalah DJ yang akan besar suatu hari nanti dan Jakarta berhak bangga karena bisa menjadi saksi penampilan mereka. DJ Snake benar-benar mendapatkan perhatian khusus dari penonton karena lagunya masih menjadi hit, seperti Lean On, Turn Down For What, dan Get Low. DJ asal Perancis ini tak hanya menghibur dan memainkan musik, tapi juga berkomunikasi dengan penontonnya. Seperti DJ lain, ia juga belajar mengucapkan salam dan ucapan terima kasih dalam bahasa Indonesia. Tiesto, sebagai don di kalangan penikmat EDM tentu ditunggu-tunggu. DJ asal Belanda bernama asli Tijs Michiel Verwest ini merupakan DJ veteran yang telah menorehkan karya sejak akhir 2004. Tak tanggung-tanggung, berbagai kelompok fansnya berkumpul dengan berbagai atribut logo Tiesto yang ikonik. DWP 2015 benar-benar penutup tahun yang menyenangkan. Penyelenggaraannya bisa dikatakan lebih rapi. Pengunjung bisa memilih musik mana yang mereka suka, area F&B dan toilet berada di sudut-sudut terjangkau, serta petugas medis yang sigap melakukan patroli. Walau Dillon Francais dan Duke Dumont batal, masih banyak penampilan lain yang tak kalah hebat seperti kehadiran Kaskade yang tahun lalu tak jadi datang.