Cinta dan Kepedulian untuk Penderita HIV/AIDS di Konser Love Mantra

04-12-2015 02:12:42 By Tyas Pamungkas
img

Hard Rock Café Jakarta malam itu (1/12) dipadati pengunjung. Bukan berpesta, mereka ternyata datang untuk memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh di tanggal yang sama. Sejumlah musisi dan public figure hadir di konser musik bertajuk Love Mantra. Bersama, menyerukan cinta dan kepedulian bagi penderita HIV/AIDS. Musisi dan public figure seperti /rif, Ahmad Albar, Ridho Hafiedz, Ian Antono, Ipang Lazuardi, Kelompok Penerbang Roket, Donna Agnesia, Deasy Novianti, Terry Putri, Maria Selena, Darius Sinathrya, dan Bambang Pamungkas hadir di acara ini. Mereka bernyanyi, berbagi pengetahuan mengenai fakta HIV/AIDS di Indonesia, termasuk memberikan kesan-kesan selama masa pendampingan yang telah mereka lakukan. Konser ini merupakan salah satu bentuk seruan kepada masyarakat untuk terus menyebarkan kepedulian terhadap penderita HIV/AIDS. Selama ini, masyarakat masih berpendapat bahwa penderita HIV/AIDS adalah orang-orang yang terbuang dan harus dijauhi. Padahal, penyebaran virus HIV/AIDS tidak sama dengan penyakit lainnya. Hal tersebut ditegaskan oleh Darius Sinathrya. Pembawa acara dan aktor ini berpendapat bahwa AIDS tidak bisa ditularkan lewat udara. Ia bahkan sempat memainkan sebuah film berjudul “Nada Untuk Asa” yang terinspirasi dari penderita HIV. Di film itu, dijelaskan bahwa ada sepasang kekasih yang salah satunya terkena HIV dan pasangannya tahu, menerima, bahkan terus memberikan dukungan. Ridho Slank & Ipang Lazuardi “Kita nggak berhadapan sama orang flu, penularannya itu melalui transfusi darah, atau mungkin kalau ada luka, hubungan seksual yang tidak aman, dan menggunakan obat-obatan terlarang, terutama jarum suntik. Itu yang bisa mengakiatkan terjadinya penularan. Jadi sebenernya kita untuk berhubungan dengan oseorang penderita itu bisa dilakukan,” terangnya. Deasy Novianti, yang kini menjabat sebagai ketua yayasan yang peduli terhadap penderita HIV/AIDS  Syair Untuk Sahabat Foundation menyatakan bahwa peningkatan HIV/AIDS di Indonesia merupakan ironi. Ironi tersebut muncul karena sebagian besar orang yang terjangkit adalah ibu rumah tangga. “Banyaknya kasus HIV dan AIDS terutama kini menimpa banyak sekali ibu rumah tangga, membuat masyarakat harus lebih peduli. Kita tidak bisa berdiam diri, tetapi harus bersama-sama mengkampanyekan kepedulian terhadap AIDS ini,” kata Deasy. Malam di Hard Rock Café Jakarta terus bergulir, suara-suara yang muncul bukanlah nada bising belaka, melainkan seruan cinta untuk penderita HIV/AIDS di seluruh Indonesia melalui Love Mantra.