Film NAY: Isu Perempuan dalam Kabin Mobil

24-11-2015 02:11:50 By Tyas Pamungkas
img

Film ‘NAY’ ini memiliki keunikan: hanya satu pemeran tunggal, 90% adegan dilakukan di dalam mobil, mengangkat isu perempuan dan beragam sifat manusia.

Nay (Sha Ine Febriyanti) adalah seorang aktris muda, mendapati dirinya hamil sebelas minggu. Ia pun memberitahu pacarnya, Ben (Paul Agusta), seorang anak mami yang ternyata lebih mementingkan ibunya dibanding janin mereka. Hal ini makin membuat Nay mengambil keputusan yang seharusnya dilakukan berdua. Belum lagi ia baru diberi kabar bahwa ia terpilih sebagai pemeran utama dalam sebuah produksi film berskala internasional. Akhirnya Nay menceritakan kisahnya pada manajernya, yang ternyata tak rela Nay melepas kesempatan menjadi bintang utama hanya demi janinnya. Ia juga harus berhadapan dengan berbagai macam fakta dan sifat manusia yang sesungguhnya dengan menghadapi Ben, Mami Ben (Niniek L. Karim), dan Pram (Joko Anwar), seorang laki-laki yang awalnya Nay pikir bisa ia andalkan. Semua kisah itu berlangsung di kabin mobil, melalui ponselnya. Film berdurasi 80 menit ini adalah karya Djenar Maesa Ayu, yang sebelumnya dikenal sebagai penulis dengan karyanya ‘Mereka Bilang, Saya Monyet!’, ‘Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu)’, ‘Nayla’, ‘Cerita Pendek dan Cerita Pendek’. Karyanya tak jauh dari tema perempuan, identitas, dan seks. Itu jugalah yang menjadi tema utama ‘NAY’. ‘NAY’ dikemas dalam bentuk yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu pola komunikasi dalam sebuah film yang memiliki sentral satu pemeran utama dalam mobil hanya melalui ponsel. Selain itu, Djenar bersama Rumah Karya Sjuman sebelumnya melakukan penggalangan dana melalui situs wujudkan.com untuk bisa merealisasikan karya yang sesuai dengan visi dan misi mereka, hingga melakukan penjualan kaos yang pendapatannya dilakukan untuk membiayai produksi film. Film ini mungkin bisa kamu tonton untuk menyegarkan kembali pikiran agar mampu menghadapi dan menyelesaikan permasalahan berkaca dari Nay dan problem hidupnya. Apalagi ‘NAY’ adalah film Djenar yang kembali muncul setelah ‘Mereka Bilang, Saya Monyet!’ yang muncul tahun 2003 dan ‘SAIA’ yang rilis 2006.