5 Film Dokumenter yang Harus Kamu Tonton

16-11-2015 02:11:58 By Tyas Pamungkas
img

Film dokumenter kini makin berkembang dan bisa dijadikan alternatif jika kamu bosan menonton film box office. Film ini memberikan sensasi tersendiri bagi penontonnya karena berasal dari kenyataan dan bisa kembali menampilkan fakta yang telah terjadi. Tak hanya beredar melalui kepingan-kepingan CD, film dokumenter kini telah mendapatkan tempat di berbagai bioskop, seperti March of the Penguins, An Inconvenient Truth, atau Act of Killing yang berlatar Indonesia. Serunya lagi, kisah yang diangkat tak melulu soal cinta, tapi juga gaya hidup, musik, perempuan, bencana, dan lain-lain. JakartaVenue merekomendasikan lima film dokumenter yang harus kamu tonton sebagai alternatif jika bosan dengan film-film mainstream.

Hot Girls Wanted

Film dokumenter ini bercerita tentang bintang porno amatir di usia remaja. Dikisahkan beberapa aktris film porno usia 18 dan 19 tahun yang diperkejakan oleh Riley Reynolds, seorang agen film porno di North Miami Beach. Hot Girls Wanted pertama kali diputar di Sundance Film Festival 2015 dan dirilis di Netflix pada 29 Mei 2015. Idenya sederhana, Jill Bauer dan Ronna Gradus penasaran mengapa para lelaki suka menonton film porno yang dibintangi oleh remaja dan fenomena remaja memasuki industri tersebut.

The Wolfpack

The Wolfpack mengisahkan 7 saudara yang dikunci dalam apartemen, menjalani home schooling, dan tak melakukan kontak dengan dunia luar selama 14 tahun karena dilarang orangtuanya. Padahal, mereka hidup di Lower East Side, Manhattan. Mukunda, Narayana, Govinda, Bhavagan, Krisna, Jagadesh, dan Visnu kemudian berusaha memahami dunia dari film yang mereka tonton. Semua itu berubah ketika Mukunda melanggar peraturan ayahnya di tahun 2010, ia berjalan-jalan keliling Manhattan mengajak saudaranya. Mereka berjalan bersama mengenakan kacamata Rayban, sama-sama memiliki rambut panjang, dan menjalin persahabatan dengan seorang gadis bernama Crystal.

Cobain: Montage of Heck

Cobain: Montage of Heck menceritakan jalan hidup frontman Nirvana, Kurt Cobain hingga akhir hidupnya yang bisa dikatakan tragis. Ide filmnya ternyata datang dari Courtney Love, istri Cobain dan dieksekusi oleh Brett Morgen. Morgen mendapatkan akses ke semua arsip personal dan keluarga Cobain, baik dari home movies, rekaman, foto, jurnal, dan songbook Nirvana. Film ini dideskripsikan sebagai “the unfiltered Kurt Experience”, menggambarkan manusia, suami, dan ayah dari sosok Kurt.

The Death of “Superman Lives”: What Happened?

Film ini berisi kisah-kisah di balik gagalnya film Superman Lives yang disutradarai oleh Tim Burton tiga minggu sebelum proses produksi dimulai. Film dokumenter sepanjang 104 menit ini menampilkan wawancara dengan hampir semua tim yang terlibat. The Death of “Superman Lives”: What Happened? bisa kamu tonton untuk menambah referensi, terutama bagi para Superman Fanboy.

Amy

Amy menceritakan jalan hidup bintang pop dunia asal Inggris, Amy Winehouse yang meninggal di usia 27 akibat keracunan alkohol. Film dibuka dengan adegan Amy 14 tahun bernyanyi bersama sahabatnya Juliette Ashby. Plot berikutnya adalah perjalanan Amy hingga menjadi bintang dengan dua album yang laku keras di pasaran. Di balik kesuksesanya, ternyata ia memiliki beberapa masalah yang dijelaskan secara gamblang dalam film, baik hubungannya dengan orang lain, kecenderungan melukai diri sendiri, bulimia, perhatian media yang kontroversial, dan kejatuhannya akibat ketergantungan pada obat-obatan dan alkohol.