Oktoberfest: World Must Funky Folk Festival

08-10-2015 11:10:00 By Tyas Pamungkas
img

Oktoberfest merupakan festival tahunan selebrasi bir di Muenchen, Jerman yang digelar selama enam belas hari, termasuk hari Minggu pertama di bulan Oktober. Festival ini diadakan di suatu daerah yang dinamakan Theresienwiese, disingkat d’Wiesn. Perayaan ini pertama kali diadakan tahun 1810 untuk merayakan pernikahan Raja Ludwig I dengan Putri Therese dari Sachsen-Hildburghausen. Tahun ini, Oktoberfest telah berusia 205 tahun dan masih tetap menjadi folk festival terbesar di dunia. Walau telah menjadi tradisi, festival ini rupanya telah dibatalkan sebanyak 24 kali karena wabah penyakit dan perang. Pada 1854 dan 1873, Oktoberfest dibatalkan karena wabah kolera. Festival ini juga dibatalkan saat perang Franco-Prussian, Perang Dunia I, dan Perang Dunia II. Festival ini diawali oleh pembukaan tong bir oleh walikota Muenchen dengan mengatakan “O'zapft is!”, bahasa Bavaria untuk “Telah dibuka!”. Bir yang disajikan berbeda dengan bir kebanyakan karena memiliki kandungan dan rasa alkohol yang lebih pekat dan keras dalam gelas berukuran satu liter yang disebut Maß. Di Oktoberfest, pengunjung yang menikmati festival sambil berdiri karena jumlah kursi yang disediakan tak sebanding dengan pengunjung yang datang. Kini, tenda terbesar di festival ini bernama Hofbrau-Festhalle yang bisa memuat 10.000 kursi. Uniknya, hanya produsen lokal yang diijinkan untuk menyajikan bir di Oktoberfest di suatu tenda yang cukup besar untuk menampung ribuan orang bernama Bierzelt. Mereka adalah Hofbräuhaus München, Spaten-Franziskaner-Bräu, Paulaner Bräu, Löwenbräu, Hacker-Pschorr Bräu, dan Augustiner Bräu. Awalnya, walau diselenggarakan pada bulan Oktober, bir yang disajikan di Oktoberfest dibuat pada bulan Maret, ketika udara panas di musim panas tidak akan masuk saat proses brewing. Itulah yang membuat Märzenbier (sebutan bir Oktoberfest) memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi. Setelah festival selesai, persediaan bir akan habis dan para produsen siap membuat bir lagi untuk perayaan tahun baru. Keunikan lain yang ada di Oktoberfest adalah musik pesta yang hanya ada di malam hari karena ada peraturan yang melarang musik di atas 85 desibel dimainkan siang hari. Keriaan pesta ini menghabiskan 1,8 juta galon bir seharga sekitar 13$ per gelasnya, 48.000 pembuat kue, 15 kasur untuk orang-orang yang hangover, kelelahan, atau dehidrasi. Orang-orang ini disebut Bierleichen (bahasa Jerman untuk “Beer Corpses”). Mengunjungi Oktoberfest di Muenchen layak dijadikan sebagai bucketlist karena kelegendarisannya. Tapi, kini banyak juga negara yang mengadaptasi Oktoberfest untuk ikut merayakan tradisi minum bir asli Jerman. Gelaran Oktoberfest juga diselenggarakan di Jakarta, bahkan sejak bulan lalu di Hotel Aryaduta tanggal 17-18 September dan Avenue of The Stars Lippo Mall Kemang pada 19 September. Venue Oktoberfest berikutnya yang bisa kamu kunjungi ada di Paulaner Bräuhaus, Hotel Indonesia Kempinski mulai tanggal 7 hingga 10 Oktober 2015. Di acara ini, ada beragam games, kompetisi, makanan dan musik tradisional Jerman yang akan menghidupkan suasana pesta. Selain itu, para waitres dan waitresses juga mengenakan pakaian tradisional lederhosen dan dirndl dresses. Selain itu, Oktoberfest juga diadakan di La Piazza, Mall Kelapa Gading pada 16 Oktober 2015 dengan free flow bir serta penampilan band otentik Jerman. So, mark your date!