Grace Mitchell: Makes You Jitter

27-09-2015 03:09:13 By Tyas Pamungkas
img

Musisi perempuan berusia 18 tahun asal Portland, Oregon ini pertama kali dikenal dunia berkat cover mempesonanya di lagu milik Hall & Oates, Maneater dari soundtrack The Secret of Walter Mitty. Grace Mitchell kemudian melakukan debut di tahun 2014 melalui album 'Design', menempatkannya sebagai “the next Lana/Banks” dengan karakter slow yang dimilikinya. Tahun ini ia kembali mengeluarkan EP berjudul 'Raceday', berisi musik yang sejalan dengan musisi berbakat lain yang baru muncul di tahun 2015 seperti Alina Baraz, Kali Uchis, Georgia, Laura Clock, Natasha Kmeto, Noa, Tabanca. Kesamaannya dengan musisi yang telah disebutkan adalah memainkan musik di batas kabur antara elektronik, R &B, hip-hop, dubstep, dan pop. Ia dipandang sebagai musisi yang menjanjikan, karena walau masih berusia muda, ia memiliki karakter dalam suaranya yang tenang. Selain itu, ia bukanlah penyanyi yang hanya memanfaatkan kesempatan di kala genre musik yang diusungnya tengah populer. Mitchell memiliki studio rekamannya sendiri di  Oregon, di mana dia memainkan keyboard, drum pads, dan gitar, juga menulis liriknya sendiri. Menariknya, di EP 'Raceday' ia dibantu oleh Foster (Foster The People) dan Rich Costey (Muse, Flying Lotus) sebagai controller. Hal itu membuahkan hasil: Mitchell bergabung dengan Republic, bersama Lorde, Taylor Swift, dan Jessie J. 'Jitter', salah satu musik dari Raceday memiliki karakter dance-pop klasik yang bisa didengarkan pada berbagai era. Suara yang ia bawakan bisa dideskripsikan sebagai konvensional dan intim. Di musik ini ada jembatan menuju pre-chorus yang mengejutkan karena sedikit berbahasa Perancis. Mitchell juga menunjukkan bahwa dirinya bisa melakukan rapping (“I lost all my  shit in your bag of tricks”) Mitchell berusaha menggambarkan karakter anak muda dalam karyanya, seperti kebingungan memasuki masa dewasa dan keinginan untuk hidup cepat. Selain itu, rupanya ia memasukkan unsur pribadi dalam kehidupannya sebagai inspirasi dalam bermusik. “I sing about relatable subjects like first experiences, obsession, loneliness and some personal stories about my own life,” ujar Mitchell pada Pigeon and Planes. https://www.youtube.com/watch?v=QAZIyOBN2RI