Proyek Perempuan Perupa dalam Wani Ditata Project

26-09-2015 03:09:17 By Tyas Pamungkas
img

Wani Ditata Project merupakan proyek Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta (SR-DKJ) terhadap perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Perkembangan dunia seni Indonesia telah mencapai tahap mengarah pada riset dan fokus di isu tertentu. Perkembangan ini juga menjadikan dalam proses kerja sebuah proyek seni ada produksi ilmu pengetahuan yang akan didistribusikan di akhir proyek. Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta Hafiz Rancajale menyatakan bahwa seni sebagai proyek adalah sebuah praktik di mana di dalamnya terdapat berbagai pengembangan ide, baik secara kolaborasi dan individu sudah ada sejak jaman dahulu. Hal ini terdapat pada proyek poster revolusi pascakemerdekaan Indonesia yang digagas S. Sudjojono dan Affandi bersama Seniman Indonesia Muda (SIM). Mereka tidak hanya meletakkan seni sebagai kegiatan estetika rupa, tapi menjadi alat perjuangan yang berkolaborasi dengan para penulis masa itu seperti Chairil Anwar. “Seni rupa sebagai sebuah proyek seni memang tidak berkembang di Indonesia karena kecenderungan subjektivitas dan orientasi untuk memproduksi kebendaan berupa ‘karya’ sebagai hasil akhir. Sebuah proyek seni menuntut keterbukaan dalam mengembangkan ide sebagai proses kerja. Keterbukaan itu bisa jadi berkolaborasi dengan aktivitas yang tidak ada hubungannya dengan kesenian,” ujar Hafiz. Itulah yang menjadi gagasan utama Wani Ditata Project yang melibatkan delapan seniman perempuan dari Jakarta dan kurator muda Angga Wijaya sebagai fasilitator dalam mengembangkan proyek seni ini. Delapan seniman itu adalah Aprilia Apsari, Julia Sarisetiati, Kartika Jahja, Keke Tumbuan, Marishka Soekarna, Otty Widasari, Tita Salina, dan Yaya Sung. Isu perempuan yang belum pernah secara khusus diletakkan dalam program SR-DKJ kini akhirnya mendapatkan tempat dan digunakan sebagai wadah merangkum wacana sosial-politik kebudayaan yang dibaca melalui seniman-seniman perempuan. Kegiatan ini akan dibuka pada Sabtu, 3 Oktober 2015 pukul 19.00-22.00 dengan menampilkan Disrobot Nusantara dan Irama Nusantara. Pameran karya delapan seniman yang gratis dan terbuka untuk umum dilaksanakan 4-19 Oktober 2015 di Galeri Cipta II, Jl. Cikini Raya No. 73, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu, akan diselenggarakan pula diskusi “Citra Dharma Wanita dalam Konstruksi Sosial”, Selasa 6 Oktober 2015 pukul 15.00-17.00 dengan pembicara Julia Suryakusuma dan Manneke Budiman serta moderator Maulida Raviola.