Sudden Jazz: Hottest Jazz Jam Session in Jakarta

21-08-2015 03:08:26 By Tyas Pamungkas
img

Tradisi jam session yang dimiliki aliran jazz ternyata terus dipertahankan di Jakarta melalui Sudden Jazz. Acara yang reguler diadakan tiap Selasa malam di lantai 3 Foodism Kitchen and Terrace Kemang ini terus mempertemukan talenta baru dari musisi muda dengan musisi profesional. Formatnya santai saja, diawali dengan ajakan hangat, tanggapan awal malu-malu dari musisi muda, berakhir di permainan dengan sensasi jazz yang classy. Sudden Jazz muncul berkat gagasan Toni Brilianto, Andi Gomez, dan Fanni Kuntjoro yang mengawali tradisi jam session jazz di Jogja untuk mewadahi kesamaan visi, keinginan belajar, dan sarana berkumpul. Tahun berselang, mereka memutuskan pindah ke Jakarta di kisaran tahun 2010. Berkat dukungan musisi Jakarta, tradisi jam session tiap Selasa ini berkelanjutan. “Jazz sudah menjadi tradisi. Ketika kita mempelajari jazz, kita mempelajari tradisinya juga. Emang tradisi jazz itu jam session. Musisi yang ngerasa dia suka jazz akan datang sendiri selama ambience di dalam itu sehat. Jadi kalo dibilang komunitas ya nggak kayak komunitas yang daftar gitu. Bener-bener kayak magnet aja,” kata Toni ketika ditanya mengenai cara menarik para musisi untuk bergabung di Sudden Jazz. Bagi para awam, musik jazz identik dengan tua dan tak modern. Hal tersebut dibantah oleh Fanni karena tak relevan lagi, kini jazz dimainkan dan dinikmati oleh anak-anak muda. Buktinya, pada beberapa kali kesempatan jam session Sudden Jazz didatangi remaja, bahkan anak-anak berusia di bawah sepuluh tahun untuk berpartisipasi. Selain itu, pengertian jazz adalah musik tua adalah salah kaprah karena komposisi yang dimainkan sekarang adalah musik populer di eranya, tahun 30-an. Doni Joesran, musisi yang aktif di Sudden Jazz memberikan cara bagi anak muda agar bisa tertarik pada musik ini, yaitu dengan melakukan backward review. Backward review adalah mendengarkan cabang-cabang blues yang menjadi inti jazz. Bisa dimulai dengan mempelajari funk atau soul yang enerjik dan khas. “Anak muda suka funk yang enerjik, soul juga ada cinta-cintanya. Anak-anak pasti bilang funk seruh dari gitarnya atau drumnya. Dari situ mereka akan bisa memainkan funk, kemudian mempelajari sejarahnya, sebelum funk ada apa. Larinya ke swing, abis itu mundur ke blues. Jadi kayak backward dari yang baru terus mundur-mundur lagi,” jelas pria yang aktif di Barry Likumahuwa Project (BLP) ini. https://www.youtube.com/watch?v=u_o2FYnMpCs Toni menegaskan bahwa Sudden Jazz ini terus mengenalkan musik jazz pada masyarakat dan menghilangkan pandangan bahwa jazz hanya untuk orang tua. Bahkan, sejumlah musisi kini telah membuat jazz menjadi lebih modern dengan menggabungkannya dengan berbagai aliran sehingga bisa dikatakan fusion. Kini Sudden Jazz telah menjadi wadah bagi musisi Jakarta untuk berlatih dengan mengenal sesama profesional, juga membuat yang amatir menjadi profesional. Mereka juga ingin menjadikan Sudden Jazz dijadikan sebagai sarana launching album sesama musisi dan bisa langsung special perform dalam acara yang sama. Ke depannya, mereka ingin menyelenggarakan Sudden Jazz yang benar-benar diadakan secara mendadak di tepi jalan atau di kampus-kampus sebagai bentuk pengenalan musik jazz secara lebih jauh dan nyata. Dengan talenta yang dimiliki musisinya, tak menutup kemungkinan juga akan diadakan jazz clinic menggandeng sejumlah nama besar dalam peta jazz Jakarta bahkan Indonesia seperti Benny Mustafa atau Barry Likumahuwa.