Pentas Teater ‘Datuk Bagindo Presiden’

18-08-2015 02:08:13 By Tyas Pamungkas
img

Ranah Minang terkenal dengan tokoh-tokoh nasionalis yang menciptakan dasar-dasar negeri ini. Di masa lampau misalnya ada Bung Hatta, Sutan Sjahrir, dan Agus Salim sedangkan di masa sekarang ada Buya Syafiie Maarif. Mereka adalah sosok nasionalis yang memiliki sikap kebangsaan kuat dan dikenal kuat pula secara religi. Akar kultural juga menjadi penyebab mereka tumbuh menjadi para pemimpin yang menghargai kebangsaan dalam konteks pluralisme. Hal itulah yang akan diangkat dalam pementasan teater Indonesia Kita yang didukung Djarum Apresiasi Budaya dengan lakon Datuk Bagindo Presiden, 28-29 Agustus 2015 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pementasan ini ingin meminang kembali para cendikiawan dan budayawan Minang agar kembali ada di barisan terdepan membangun wawasan kebangsaan kala gejala puritanisme dan radikalisme menguat. Sejumlah aktor dan aktris senior serta musisi berdarah Minang terlibat dalam karya ini seperti Jajang C. Noer, Lukman Sardi, Nirina Zubir, M. Fadhli Wayoik, Buset, rapper Tommy Bollin, penyanyi Melayu Titis Silvia, Rancak Voice dan Sa’andi. Tak kalah menariknya adalah keterlibatan gitaris legendaris Ian Antono akan berkolaborasi dengan composer Yasser Arafat. Koreografer berdarah Minang, Alfiyanto juga turut serta dalam pementasan ini. Kolaborasi semua elemen tersebut akan memperkuat dan mempertegas pementasan ini. Plot dalam pementasan ini dimulai kala muncul seorang Presiden Minang yang dicintai rakyat karena jujur dan sederhana.. Namun persoalan dalam politik membuatnya dikelilingi permasalahan karena staf cabinet, menteri, dan birokrat yang ada di sekitarnya membawa kepentingan masing-masing. Pada suatu kesempatan ia pulang ke tanah Minang dan disambut dengan tanggapan biasa oleh ibunya, padahal ia sudah menjadi presiden. Ibunya berkata bahwa gelar ‘Presiden’ kurang panjang, ia seharusnya bergelar ‘Datuk Bagindo Presiden’ Kisah dalam pementasan ini akan berkembang dengan munculnya aneka masalah di kampungnya sendiri yang terbelakang, miskin, dan penuh persoalan sosial. Dari situlah tercermin bahwa ada penyelewengan program dari bawahannya. Ia kemudian mencari cara agar bisa langsung terjun ke rakyatnya. Kisah mengenai Datuk Bagindo Presiden ini bisa kamu saksikan pada 28-29 Agustus 2015 di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta mulai pukul 20.00. Tiket & Informasi Kayan Production & Communication 0838 99715725 / 0856 93427788 / 0813 11630001 www.kayan.co.id