Bengawan Solo Restaurant: Authentic Flavor, Creative Styling

15-08-2015 10:08:17 By Tyas Pamungkas
img

Restoran Bengawan Solo di Grand Sahid Jaya berusaha menyajikan masakan Indonesia otentik, dengan rasa Indonesia yang memiliki kekuatan bumbu dan rasa. Kekuatan bumbu dan rasa ini kemudian dipadukan dengan suasana ruang yang sangat Indonesia direpresentasikan melalui budaya Jawa, keramahan para server, dan yang paling penting adalah keindahan penyajian makanannya. Nuansa Jawa sangat kental begitu JakartaVenue memasuki ruangan berpendingin udara untuk menahan panasnya Jakarta. Mata dimanjakan oleh deretan wayang yang ditata rapi di tengah ruangan dan lukisan-lukisan juga dengan tokoh wayang di dinding. Server berpakaian kebaya menyambut dengan senyuman sembari menuangkan air mineral dari kendi dan menaruh keripik cemilan dalam wadah berbentuk becak. Kami seolah dibawa dalam dimensi lain untuk merasakan sensasi Indonesia begitu makanan pembuka disajikan. Sosis Solo yang ditata rapi dengan spray cabe tersaji lengkap dengan selada dan sambalnya yang pedas manis tapi tak lantas membakar lidah. Belum cukup dengan makanan pembuka yang memanjakan mata dan lidah, Sambal Goreng Udang Kangkung dan Iga Sapi Bakar muncul sebagai makanan utama dengan aromanya yang memanjakan hidung. Keempukan daging yang disajikan tak menyulitkan untuk dimakan berpadu dengan pilihan nasi merah atau putih yang bisa dipilih sendiri oleh kami. Selain itu, kami juga kembali dimanjakan oleh Ayam Bakar Taliwang yang juga berdaging empuk dengan bumbu dan rasa yang kuat. Sebelum menyantap makanan penutup, kami kembali mencoba makanan Indonesia lain yang tak kalah memanjakan indera: Tongseng Kampung Jogja. Ada cita rasa berbeda yang muncul dari makanan ini, yaitu kelembutan rasanya. Jika kamu biasa menyantap tongseng dengan rasa yang strong, tongseng ini bisa memberikan pengalaman lain dengan rasanya yang agak mirip soto. Saat makanan penutup muncul, kami cukup terpukau dengan Single Scoop Bengawan Solo Exotic rasa mangga yang disajikan dalam mangkuk di atas nitrogen untuk menjaga es krim tetap beku. Warna kuning dan rasa segar yang dihasilkan kala menyendoknya tuntas sudah memanjakan kami untuk merasakan cita rasa Indonesia yang begitu kuat dengan penyajian yang kreatif dan unik. [caption id="attachment_10350" align="alignnone" width="1080"] Tongseng Kampung Jogja[/caption]

Enjoying The Whole Food Experience

Grand Sahid Jaya sebagai salah satu hotel berjaringan paling besar di Indonesia memiliki segmentasi yang sangat dewasa. Di usia 41 tahun, mereka tentu sadar penuh untuk menjaga budaya Indonesia. Namun, seiring perkembangan, mereka ingin menerapkan konsep modern agar mampu bersinergi dengan kemajuan jaman. Restoran Bengawan Solo inilah yang menjadi salah satu bentuk rebranding yang mereka tawarkan pada masyarakat. Hal itulah yang membuat feel restoran ini berbeda dengan keseluruhan konsep hotel. Erwina Lemuel selaku Manager Public Relations Grand Sahid Jaya mengatakan bahwa konsep Jawa di Bengawan Solo bisa menjual dengan tag authentic flavor creative styling yang mereka bawa. “Emang food experience yang pengen di-highlight. Makanan Indonesia itu nggak hanya memuaskan lidah, tapi bisa juga diliat, dicium, dan tentu yang dirasa. Karena kita pengen ketika orang dining pas makan makanan Indonesia tuh nggak cuma rasanya aja yang enak, tapi the whole experience to enjoy the food, itu yang paling penting,” ujar Erwina. Konsep ini sukses membawa anak-anak muda untuk ikut merasakan kreativitas masakan Indonesia di Bengawan Solo. Kala jam makan siang, eksekutif muda berdatangan untuk menikmati Ayam Bumbu Kemangi dengan rasa pedasnya sebagai signature dish restoran ini bersama klien, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pengalaman untuk menikmati keseluruhan makanan muncul saat Ayam Bumbu Kemangi datang, mereka sengaja tidak membuka bungkusnya lebih dulu. Bungkus dibuka tepat di depan pengunjung agar wangi kemangi bisa langsung dirasakan bersamaan dengan asap yang muncul. [caption id="attachment_10353" align="alignnone" width="1080"] Sosis Solo[/caption] Asal muasal sayuran juga diperhatikan oleh Bengawan Solo sebelum dimasak. Semua sayuran yang disajikan berasal dari Gunung Menyan, Bogor. Sayuran dan bahan terpilih dihasilkan dari petani perkebunan masyarakat sekitar. Jadi, restoran ini rupanya juga memperhatikan pentingnya food history sebelum tersaji dengan menggunakan bahan pilihan. Waktu terbaik untuk menikmati sajian di restoran berkapasitas sekitar 120 orang ini adalah waktu makan siang dan makan malam. Jika kamu menginginkan suasana yang tenang, kamu bisa datang sekitar pukul tiga. Para server akan memiliki cukup waktu untuk menyajikan makanan beraneka warna dan rasa asli Indonesia dengan waktu saji yang tak lama. Harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas di dalamnya. Makanan pembuka dimulai dari harga 30 ribu hingga 40 ribu, makanan utama ada di kisaran 45 ribu hingga 210 ribu, dan makanan penutup bisa dinikmati dari harga 45 ribu hingga 135 ribu. Minuman juga tersedia mulai dari kopi dan teh seharga 40 -50 ribu. Tersedia juga smoking area di lantai bawah dengan sirkulasi udara yang baik. Ke depannya akan dibuka teras untuk menikmati kopi, teh, dan camilan pagi yang berhadapan langsung dengan gedung pencakar langit kawasan Sudirman. Photo by Atika Sumarsono Grand Sahid Jaya Hotel, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 86, Jakarta Open Hours: 11.00 AM -11.00 PM www.grandsahidjaya.com