Peluché: Idiosyncratic But Infectious

05-08-2015 01:08:55 By Tyas Pamungkas
img

Peluché, trio yang mencampurkan dub, funk, dan pop dalam sebuah karya yang tidak sinkron, tapi menginfeksi telinga pendengarnya.

Begitulah cara terbaik mendeskripsikan trio asal London ini. Mereka adalah Rhapsody Gonzalez (vocals, guitar, synth), Amy Maskell (vocals, guitar, synth) dan Sophie Lowe (vocals, drums, synth). Terbentuk beberapa tahun lalu, mereka masih berada dalam formasi yang sebenarnya bisa dibilang belum lengkap karena ketidakseimbangan instrumennya. Biasa dideskripsikan sebagai "An 80s punk bubble bath", ada rasa nyaman bagai berendam di bak air panas dengan sensasi tahun 80-an kala mendengarkan musiknya. Demo pertama Peluché muncul saat jam session bernama “Peluché Shed” yang menarik perhatian Oli Bayston dari Boxed In yang akhirnya merekam  debut “Ohio”. Single ini cukup menarik perhatian dengan struktur musik quirky, permainan gitar yang resah, harmoni yang tak teratur, dan cabikan bass yang stagnan, kemudian berganti menjadi lebih berwarna. Warna ini didapatkan dengan permainan synths yang menggoda ditambah chant “It’s not a hilly place / I wanna see your face” hingga lagu usai. Peluché mulai diperbincangkan Oktober lalu dengan lagunya 'Cinnamon', yang kental dengan nuansa berkabung, gitar yang echoey, dan nada-nada tak biasa: setengah hymne, setengah chant plus lirik yang menghantui: “Get your shovel… get your gun… load it up… Can you run? My teeth are long and strong." Single kedua, terasa lebih unik karena terdapat perpaduan kasar dan lembut kala didengarkan. Vokal Amy bisa dideskripsikan sebagai perpaduan antara tajam, nyaring, tapi tetap tenang. Instrument bernama Swarmatron digunakan juga untuk menghasilkan suara dengungan. Kamu bisa membayangkan HAIM yang diinfus sedikit nuansa Martin Hannet kala mendengarkan lagu ini. Akhir Juli lalu, mereka merilis single baru bertajuk “The Guy With The Gammy Eye” dari label asal London, Speedy Wunderground. Ketidakseimbangan menjadi candu dalam lagunya, masih karena permainan gitar yang synthy, membuat pendengarnya merasa melayang di antara ruang dan waktu dalam perjalanan epik. Peluché bisa dibilang memiliki keunikan ganda dengan nuansa masa lalu dan sentuhan masa kini. Dengan demikian, pantas jika trio ini dikatakan “A band fumbling in their own sweet way towards something quite original.” Pengalaman baru didapatkan kala mendengarkan lagunya dan layak kamu jadikan sebagai pengisi playlist untuk menemani kegundahan.