Jualan Kenangan: Kreativitas dalam Lokalitas

03-08-2015 11:08:45 By Tyas Pamungkas
img

Jakarta tak pernah kehabisan daya untuk selalu hidup. Orang-orang di dalamnya tak henti menghasilkan asupan energi dalam bentuk kreativitas. Itulah yang dirasakan dalam Jualan Kenangan yang bertempat di sebuah creative space bernama Jalan Kenangan. Minggu siang (2/7), tempat mungil itu dipenuhi anak muda yang menjajakan kreativitas beragam bentuk, mulai dari arts, crafts, dan benda-benda handmade. Sejumlah brand lokal independen terlibat sebagai tenant dalam acara ini. Mulai dari Kluk! by Ika Vantiani yang menawarkan keunikan arts dan crafts serta benda vintage dan recyle, Roepa dengan karya pot dari semen concrete, dan Derau dengan keramiknya yang menarik. Selain itu banyak brand lain dengan keunikan masing-masing seperti Skoci, Pintal, Liunic on Things, Timpani dan tenant berbakat seperti Nita Amelia Junus, Andrea Reza, Fran Hakim, juga Jonathan Ronaldo. “Kita emang pengen ngumpulin feedback sebanyak-banyaknya soal tempat yang baru ini. Jadi emang ngajakin temen-temen di circle kita untuk bantuin supaya lebih banyak exposure, dan kita ngerasa tenant ini pas banget,” ujar Irawandhani Kamarga, yang akrab disapa Wandha, salah satu penggagas Jualan Kenangan yang juga menjadi tim kreatif Jalan Kenangan. Wandha dan timnya ingin mengadakan acara yang mengumpulkan tenant dengan produk yang lokal, handmade, kontemporer, namun tetap wearable. Mengajak teman-teman dari circle yang sama dan berbekal publikasi di Instagram, acara ini sukses menjadi perhatian orang-orang yang menyukai kreativitas. Padahal, bisa dibilang kalau tenant yang berpartisipasi tidak banyak karena ruang yang ditawarkan juga terbatas.

Kreativitas Tenant

Sebagai salah satu partisipan, Ika Vantiani mengapresiasi tempat dan acara ini dengan baik. Ia senang setiap kali ada creative space baru karena creative space yang ada di Jakarta selalu tidak mencukup untuk berkarya. Adanya Jalan Kenangan membuat orang Jakarta mempunyai pilihan untuk kreatif. “Jakarta kan gede banget nih, creative space yang ada tidak mencukupi untuk berkarya. Entah bentuknya yang kayak gini, market, workshop, atau gathering. Ruang yang dibutuhkan adalah yang membuat ide kreatif menjadi nyata. Misalnya kayak gue, gue butuh ruang buat bikin karya gue, gue bisa bikin di sini,” kata perempuan yang terkenal dengan karyanya yang artsy ini. Ia membawa beberapa karyanya mulai dari doodle dan kolase buatan tangannya, benda-benda vintage seperti buku dan pin, serta produk-produk hasil daur ulang yang cantik dan sukses menyedot perhatian pengunjung. Sejalan dengan Ika, Rizal dari Roepa mengapresiasi kegiatan dan tempat ini. Selama ini ia selalu bingung jika akan mengadakan acara. Jalan Kenangan membuat pilihan tempat untuk berkumpul. Selain itu, lokasi yang dekat dengan rumahnya memudahkan ia untuk berkunjung ke tempat ini. Roepa berisikan produk-produk berbahan semen concrete buatan tangan. Selama ini, semen concrete dikenal sebagai bahan bangunan yang tak menarik karena bentuknya yang buruk. Di tangan Roepa, semen ini berubah menjadi berbagai pot untuk kaktus, tempat lilin, tempat pensil, dan aneka pajangan lain dengan bentuk yang lebih menarik. Mereka memanfaatkan bahan-bahan bekas pakai seperti kotak susu, botol-botol, dan gelas minuman dalam kemasan sebagai medium pembentukan. Benda yang dihasilkan tak tampak berbahan semen concrete. Tak hanya dari Jakarta, ada tenant yang datang langsung dari Ubud, Bali, yaitu Jimat by Kerdus. Jimat adalah kalung berisikan quote-quote yang memberikan positive vibes bagi penggunanya. Karya ini melibatkan Bude Novi, seorang tarot leader untuk konten dan Arie sebagai crafter. Hasilnya, 10 seri kalung bertuliskan kata-kata penyemangat untuk orang yang suka berpetualang, melakukan aktvitas lari, hingga kalimat-kalimat asal Tibet. Arie juga mengapresiasi Jalan Kenangan dan Jualan kenangan karena dirasa mampu menangkap local scene kreativitas di Jakarta, bahkan Indonesia. Ke depannya, ia berharap bahwa orang makin bangga dengan memakai atribut hasil kreativitas lokal karena akhirnya mengerti dan mampu menghargai kreativitas tinggi yang dimiliki orang Indonesia. Acara yang berlangsung selama dua hari ini ternyata sukses memperkenalkan creative space baru sekaligus karya-karya kreatif yang ada di dalamnya. Seperti kata Ika, upaya kreatif membutuhkan ruang, dan Jalan Kenangan menjadi salah satu ruang untuk mewujudkannya.