5 Myths About Pilates

09-07-2015 08:07:20 By Tyas Pamungkas
img

Satu lagi olahraga fun yang bisa dilakukan di dalam ruangan: Pilates (dilafalkan: puh-laa-tez). Studionya kini bertebaran di Jakarta dan trennya telah bergeser dari ibu hamil ke anak muda bahkan dari Gwyneth Paltrow dan Madonna ke pemain NBA. Ditemukan oleh Joseph Pilates tahun 1920, olahraga awalnya digunakan sebagai program rehabilitasi tahanan perang yang ingin mengembalikan kesehatan dengan cara yang aman dan efektif, karena bisa dilakukan di dalam ruangan. Walau sudah menjadi  tren, rupanya masih banyak mitos-mitos yang beredar mengenai Pilates. Mitos ini sesungguhnya bisa menghalangi kita memulai  gaya hidup sehat. Jadi, ini dia lima mitos mengenai Pilates yang bisa kamu baca untuk lebih mengenal olahraga ini.

Myth 1: Pilates Is a Good Way to Lose Weight

Walau Pilates memiliki banyak kelebihan, tapi menurunkan berat badan bukanlah salah satunya. Studi tahun 2006 menemukan bahwa berat dan lemak pada tubuh berkurang secara drastis pada perempuan yang melakukan Pilates secara rutin dan studi tahun 2004 menemukan bahwa Pilates bisa meningkatkan fleksibilitas tubuh, tapi tidak secara signifikan memperbaiki bentuk tubuh, bahkan setelah enam bulan latihan. Jadi, kalau kamu mau membakar kalori dan menghilangkan lemak, kamu bisa lari di treadmill, naik sepeda, atau angkat beban. It’s will be more effective than Pilates! Walau tak bisa membakar lemak dan memperbaiki bentuk tubuh, Pilates yang dilakukan secara rutin bisa menguatkan otot, menurunkan risiko kecelakaan saat berolahraga, dan meningkatkan fleksibilitas tubuh. Kuncinya, tetap lakukan kunjungan rutin ke gym selain ke kelas Pilates agar kamu bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus.

Myth 2: Pilates is Only For Woman

Pilates terkenal akan manfaatnya menguatkan otot tubuh bagian bawah yang penting bagi reproduksi perempuan dan fungsi urinal. Selain itu, olahraga ini juga tak menggunakan alat dari besi yang berat, maka itulah mitos bahwa Pilates adalah “olahraga perempuan” beredar luas. Hey hey, that myth absolutely wrong! Pilates sendiri ditemukan oleh laki-laki dan atlet laki-laki juga melakukan Pilates secara rutin sebagai pelengkap latihan angkat beban dan kardio. Butuh pembuktian lain? LeBron James, Kobe Bryant, Hugh Grant, dan Tiger Woods juga melakukan Pilates untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, dan fungsi tubuh.

Myth 3: You Need Special Machines For Pilates

Ada beberapa jenis Pilates yang membutuhkan alat khusus – dengan nama yang aneh seperti Reformer, Cadillac, dan Wunda Chair. Tapi sebetulnya, alat tersebut tak penting dipakai karena ada tipe Pilates yang bisa dilakukan dengan sebuah mat. Semua gerakan Pilates bisa dilakukan hanya dengan sebuah mat! Jadi, kamu gak usah mencari alat-alat khusus atau nggak jadi melakukan Pilates karena malas membeli peralatannya!

Myth 4: Pilates Will Make You A Lot Stronger

Sama halnya dengan mitos Pilates yang bisa menurunkan berat badan dan memperbaiki bentuk tubuh, Pilates reguler juga tak efektif memperkuat keseluruhan otot tubuh. Latihan Pilates difokuskan pada otot tubuh bagian bawah, jadi jika kamu ingin seluruh otot kuat, lakukan latihan lain seperti kardio yang bisa memperkuat jantung, atau angkat beban yang bisa memperkuat lengan. Jadi, tetap lakukan full-body weight training secara rutin dua atau tiga kali seminggu jika kamu menginginkan tubuhmu kuat ditambah Pilates reguler sebagai pelengkap.

Myth 5 : Pilates Is Only for Your Abs

Benar adanya bahwa Pilates adalah cara terbaik untuk melatih otot bagian bawah tubuh, yang bisa membuat perut rata. Tapi selain itu, Pilates juga memiliki fungsi lain yang hanya bisa dirasakan kalau kamu melakukannya secara rutin. Ini dia enam prinsip Pilates yang bisa makin meyakinkan kamu untuk memulai olahraga seru ini:
  1. Centering – Memberikan fokus pada tubuh bagian tengah, yang bisa mengajarimu bagaimana cara menggunakan otot utama dalam aktivitas atletik atau gerakan-gerakan sulit.
  2. Concentration – Pilates melatihmu untuk berkonsentrasi melakukan gerakan-gerakannya, jadi kamu bisa sekaligus melatih fokus.
  3. Control – Mengontrol tubuh merupakan salah satu prinsip Pilates. Jika kamu sekaligus belajar mengontrol otak saat mengontrol tubuhmu.
  4. Precision – Pilates menuntut ketepatan gerakan saat latihan, dari situ kamu bisa mulai belajar untuk bergerak secara tepat (ini bisa kamu lakukan di lift yang penuh orang atau di mall saat big night sale!)
  5. Breath – Paru-parumu akan berkerja sempurna dengan Pilates yang dilakukan secara rutin. Saat latihan, kamu belajar untuk mengontrol udara masuk ke tubuh secara penuh, menambah oksigen di otak, dan bisa menghilangkan stress karena bagian-bagian tubuhmu bekerja secara baik.
  6. Flow – Saat Pilates, kamu mempraktikkan gerakan-gerakan dengan alur dan sikap yang baik. Ini bisa membantumu meningkatkan postur tubuh. Jadi, selamat tinggal postur bungkuk!
Memang Pilates tak bisa membantumu meraih bentuk badan indah. Tapi, dengan melakukannya secara rutin, kamu bisa mendapatkan perut yang rata, postur tubuh yang baik, kemampuan konsentrasi dan fleksibilitas tubuh yang bisa kamu manfaatkan dalam kegiatan sehari-harimu. Selamat mengikuti kelas Pilates!