Sinden Republik: Angkat Peran Perempuan dalam Kebudayaan dan Masyarakat

23-05-2015 12:05:11 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Program pementasan Indonesia Kita, yang didukung Djarum Apresiasi Budaya, kembali hadir dengan lakon Sinden Republik yang akan dilaksanakan pada 29-30 Mei 2015 mendatang di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pementasan ini akan dikolaborasikan dengan para penyanyi perempuan berbasis tradisi. Setiap penyanyi akan memainkan suatu lakon dengan gaya musikal masing-masing. Ini akan menjadi kolaborasi yang menarik: dimana para penyanyi akan beradu teknik bernyanyi sekaligus bermain bersama para komedian seperti Miing Bagito, Cak Lontong, Butet Kartaredjasa, Akbar, Sahita, Trio GAM dan lain-lain. Bertemunya para sinden seperti Soimah, Endah Laras, Sruti Respati, Megan Colleen O’Donoghue, Rita Tila dengan para komedian-komedian senior, akan menjadi satu adegan penuh spontanitas yang kocak. “Apalagi dengan adanya komedian senior Miing Bagito, Cak Lontong dan Butet Kartaredjasa, pementasan ini akan menjadi ‘adu kocak’ yang dipadu dengan tembang-tembang yang dinyanyikan para sinden,” ujar Agus Noor, penulis cerita. Sinden Republik mengisahkan obsesi Sinden Sepuh yang ingin menemukan seorang sinden yang konon kabarnya memiliki rajah di punggungnya. Rajah di punggung sinden itulah, kunci yang harus ditafsirkan, dibedah dan dimaknai kembali, agar relevan dengan kondisi sosial politik yang sedang berlangsung. Rajah di punggung sinden itu adalah jejak sejarah yang ditorehkan para pemimpin bangsa ini. Saat mencari sinden itulah, perlahan-lahan banyak hal terkuak dan terbuka, menyangkut sejarah yang selama ini ditutup-tutupi. Perjalanan mencari sinden itu menjadi perjalanan menelusuri sejarah para tokohnya, yang kemudian mengetahui masa lalunya.