9 Kuliner Legendaris Jakarta

04-04-2015 02:04:30 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Belakangan ini tidak banyak warung makan atau restoran legendaris di Jakarta, yang masih bertahan berjualan hingga saat ini.

Kali ini JakartaVenue mencoba memberikan rekomendasi kuliner legendaris di Jakarta. Yang dimaksud dengan kuliner legendaris disini bisa berarti dari asalnya yang sudah ada sejak jaman dulu, menggunakan resep yang sudah turun-temurun, atau juga tempatnya yang sudah berumur puluhan-tahun yang lalu. Berikut rekomendasinya:

Gado-Gado

Makanan sejenis salad ala Indonesia ini memang begitu banyak macam dan penamaannya, tergantung dari daerah masing-masing. Di Jakarta sendiri gado-gado terdiri dari Lontong, kol, bayam, tahu, tauge, telor, yang disiram dengan bumbu kacang dan ditambah dengan kerupuk udang atau emping. Gado-Gado Bon-Bin di Jl. Cikini IV No. 5 merupakan salah satu tempat kuliner legendaris yang telah berjualan sejak tahun 1960. Konon bumbu kacang yang digunakan adalah berasal dari kacang tanah terbaik yang dimasak dengan cara disangrai. Selain itu paduan bumbu asinan (cuka) dan sambal kacang membuat ada rasa manis dan sedikit rasa asam di gado-gadonya.

Ketoprak

Kuliner khas Jakarta yang masih berbumbu kacang ini, terdiri dari tauge, tahu, bihun, lontong, telur dan ditambah dengan kerupuk. Sejauh ini belum menemukan penjual Ketoprak yang sudah turun-temurun berjualan, tetapi sepertinya Ketoprak Ciragil di Jl. Ciragil II/24, Kebayoran Baru jadi salah satu Ketoprak yang paling dicari oleh pencinta kuliner di Jakarta.

Lontong Cap Go Meh

Sebenarnya Lontong Cap Go Meh tidak begitu berbeda dengan lontong sayur yang kita kenal, hanya porsinya yang lebih besar terdiri dari lontong, opor, sambel goreng, sayur labu siam, ayam, telor dan orek tempe. Makanan ini konon berasal dari kebudayaan campuran Tionghoa-Jawa. Walaupun dinamakan Lontong Cap Go Meh, makanan ini bukanlah makanan khas yang disantap saat perayaan cap go meh, malah jadi makanan sehari-hari orang di pulau Jawa. Kalian bisa menikmati Lontong Cap Go Meh Cikini yang sudah legendaris ini di Jl. Cikini IV No. 1, Jakarta Pusat.

Soto Betawi

Konon soto merupakan kuliner yang berasal dari etnis peranakan Tionghoa. Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner soto yang khas dengan daerah masing-masing. Begitu pun dengan Jakarta yang memiliki soto Betawi. Soto Betawi dibuat dengan racikan kuah santan yang berisi daging dan berbagai jeroan sapi dan dihidangkan dengan acar, dan emping. Soto Betawi Ibu Hj. Syarif di kawasan Menteng, merupakan salah satu kuliner legendaris Jakarta yang telah berjualan sejak tahun 70-an.

Kerak Telor

Makanan yang satu ini sepertinya sudah menjadi icon dari kota Jakarta. Terdiri dari ketan putih, telur ayam, bawang goreng, yang dimasak dengan cara disangrai hingga jadi seperti kerak. Lalu disantap dengan bumbu kering dari kelapa, cabe, kencur, jahe, merica, garam dan gula. Kebanyakan penjual Kerak Telor berjualan dengan cara berkeliling, jadi sejauh ini belum menemukan penjual yang masih bertahan berjualan sejak jaman dulu hingga kini. Paling mudah kita bisa menemukan abang-abang penjual kerak telor di sekitar kawasan Kota Tua, Setu Babakan dan Kemayoran.

Laksa Betawi

Laksa berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “banyak”, mungkin karena kuahnya yang menggunakan banyak bumbu. Makanan berkuah berjenis mie ini berasal dari kebudayaan peranakan Tionghoa-Melayu, yang terdiri dari mie/bihun, telur, ketupat, tauge, daun kemangi dan kucai, sementara kuahnya menggunakan udang rebon. Salah satu penjual laksa Betawi yang paling laris adalah Laksa Betawi Bang Darus di daerah Kebayoran Lama. Kuahnya yang berwarna kekuningan terbuat dari udang rebon membuat rasanya menjadi khas dan segar.

Gabus Pucung

Makanan ini disebut-sebut sebagai makanan khas Betawi yang langka, semacam sup ikan yang dibuat dari ikan Gabus yang diberi bumbu cabe, bawang merah, serai, jahe, dan pucung (kluwek muda). Kita bisa menyantap makanan ini di restoran khas Betawi, tapi sekarang sudah jarang yang menjual makanan ini dan kebanyakan berada di daerah Depok, Bekasi dan Bogor.

Bir Pletok

Selain makanan, orang-orang Betawi pun memiliki minuman khas yang disebut Bir Pletok. Walaupun disebut bir tapi sebenarnya minuman ini tidak berakohol, justru berkhasiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Minuman ini dibuat dari beberapa rempah-rempah seperti jahe, daun pandan wangi, serai dan tambahan kayu secang. Konon di jaman penjajahan dulu, orang-orang Belanda atau Jepang sering minum-minum bir di pos. Lalu orang Betawi pun tidak mau kalah, mereka membuat sebuah minuman yang dimasukkan kedalam wadah dari bambu yang diisi dengan es, kemudian dikocok-kocok sehingga terdengar suara “pletok”, dan akhirnya disebut dengan Bir Pletok. Memang masih jarang yang menjual Bir Pletok, namun kita bisa menemukannya dalam kemasan botol di perkampungan Betawi, seperti yang telah dijual oleh Ibu Rosiah.

Es Krim

Es krim memang bukanlah kuliner jenis dessert yang berasal dari Jakarta. Tetapi di Jakarta telah berdiri sebuah restoran yang menyediakan es krim sejak tahun 1932, yaitu Es Krim Ragusa di Jalan Veteran Jakarta Pusat. Nama “Ragusa” sendiri adalah nama sebuah keluarga dari bangsa Italia. Dan hingga kini restoran yang bergaya arsitektur bangunan khas Belanda ini menyediakan berbagai jenis es krim yang dibuat dengan handmade. Jadi, kuliner apa yang jadi favorit kalian? Atau mungkin kalian masih punya informasi kuliner legendaris lainnya yang ada di Jakarta? Jangan lupa untuk share disini ya. Selamat berwisata kuliner! :) Text by Desca Ardhi Yudha Photo by Pemprov DKI Jakarta