Album Review: My Everything by Ariana Grande

24-10-2014 02:10:30 By Ruri Nuruliarf
img

Meski sempat dihebohkan dengan kabar bahwa singtress Ariana Grande berperilaku menyebalkan bak seorang diva di karier bermusiknya yang bisa dibilang masih singkat, namun harus diakui bahwa album studio keduanya, "My Everything", menarik untuk disimak. Menariknya, berbeda dengan Miley Cyrus ataupun Nikki Minaj yang mengekspos seksualitas mereka, Ariana lebih memilih untuk fokus pada musikalitasnya, well, dengan sedikit sentuhan pesona seksi yang tak dibesar-besarkan tanpa membuat kita mengerutkan kening. Seperti album pertamanya, "Yours Truly", album keduanya ini juga dinilai sukses dan lagu-lagunya merajai berbagai tangga lagu dunia. Bahkan September lalu albumnya ini  dinobatkan sebagai album terlaris di tangga lagu Billboard Amerika Serikat tak lama setelah rilis, dengan angka penjualan 169.000 kopi di minggu pertama penjualannya. Tak butuh lama untuk single pertamanya, "Problem", featuring rapper Iggy Azalea (dan bisikan Big Sean), disukai jutaan pendengar. Bisa dibilang lagu ini adalah pembuka yang sempurna. Dengan irama upbeat, dibuka dengan melodi saxophone yang catchy, dan performa vokalnya yang versatile. Tak mengherankan bahwa lagu ini dengan cepatnya diterima di berbagai belahan dunia, dan membuat kita ikut bersenandung, bernyanyi, serta ikut bergoyang. [caption id="attachment_8375" align="alignnone" width="1000"]ariana_grande_web Photo: Image.net[/caption] Di single keduanya, "Break Free", jebolan Nickelodeon berusia 21 tahun ini menunjukkan bahwa dirinya terbuka dengan genre yang sedang trend beberapa tahun belakangan, yaitu EDM, dengan menggandeng Zedd. It's a good pop song after all. Selain Zedd, David Guetta juga memberikan sentuhannya dalam track "One Last Time". Berbeda dengan aura powerful "Break Free", lagu ini menawarkan ballad sendu namun dibalut beat yang menyenangkan. Salah satu lagu favorit Jakarta Venue. "Why Try" juga merupakan jagoan di album ini. Dengan sentuhan vokalis/song writer Ryan Tedder, Ariana mengekseksusi lagu ballad midtempo yang emosional ini dengan sangat baik, dengan ciri khasnya. Lagu balada lain yang dapat Anda nikmati antara lain "Just A Little Bit of Your Heart", dan lagu ballad R&B "Best Mistake" yang berkolaborasi dengan Big Sean. Album ini tentu saja masih menyajikan lagu-lagu R&B seperti "Love Me Harder" featuring The Weeknd dengan irama bouncy. Sedikit mengingatkan kita pada Ashanty dan Brandy. Ada juga "Be My Baby" dan "Break Your Heart Right Back". Last but not least, album keduanya ini terasa lebih kuat dibanding album pertamanya. Selain memanjakan telinga karena vokalnya yang prima dan memukau, mayoritas lagu-lagunya sungguh catchy. Meski begitu, Jakarta Venue masih belum bisa merasakan sisi otentik Ariana, karena somehow dirinya masih terjebak dengan gaya Mariah Carey. Yang pasti, album ketiganya nanti pasti akan sangat dinanti, dan semoga saja Ariana bisa semakin dewasa secara musikalitas dan tidak mengajak terlalu banyak musisi seperti yang dilakukannya di album "My Everything" ini. She'll be stronger at her own.