Sound for Orangutan, Freedom for Orangutan

22-10-2014 01:10:23 By Egon Saputra
img

Orangutan adalah spesies kera besar satu-satunya di Asia. Saat ini orangutan hanya hidup di Pulau Kalimantan dan Sumatera yang terbagi dalam dua spesies generik, Pongo pygmaeus dan Pongo abelii. 90% dari populasi orangutan ini hidup di Indonesia, sementara 10% sisanya dapat ditemukan di Sabah dan Sarawak, Malaysia. Di Sumatera, populasi terbesar ditemukan di ekosistem Leuser, sedangkan orangutan Borneo dapat ditemukan di Kalimantan Barat, Tengah dan Timur. Populasi orangutan kalimantan ini makin hari alami penurunan akibat dari rusaknya habitat ( rusaknya rimba ), kebakaran rimba, pembalakan rimba, menciutnya luas rimba, dan perburuan serta perdagangan liar. Dikarenakan itu iucn redlist memasukkan orangutan kalimantan dalam status endangered ( terancam ) sejak tahun 1994. Namun cites memasukkannya dalam daftar apendiks i yang bermakna tidak bisa diperdagangkan. Pemerintah indonesia juga sudah memasukkan spesies ini sebagai satwa yang dilindungi. Sound for Orangutan adalah konser amal dan edukasi tentang orangutan yang digelar oleh Centre for Orangutan Protection (COP) satu tahun sekali. 100% Dana yang dihasilkan dari Sound for Orangutan akan dikelola oleh COP untuk kepentingan orangutan yang menjadi korban kekejaman dan kejahatan. Pada mulanya COP didirikan sebagai aksi tanggap darurat untuk menghentikan pembantaian orangutan di Kalimantan. Pembabatan hutan oleh perkebunan kelapa sawit merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup orangutan. Orangutan butuh solusi, bukan rapat dan seminar. Sound for Orangutan adalah kombinasi yang unik, antara musik, photo exhibition, video screening dan fundarising. dan juga penyadartahuan tentang orangutan dan habitatnya. Tahun ini (18/10) , Sound for Orangutan sukses diselenggarakan di Rolling Stone Cafe (RSC) Jakarta dengan mengangkat tagline ‘Freedom For Orangutans’. Para musisi yang tampil  rela tidak dibayar karena kepedulian mereka untuk membantu orangutan, mereka adalah Payung Teduh, J-flow, Monkey to Millionare, Oppie Andaresta, Banda Neira, Earia dan Miskin Porno yang para personilnya adalah orangutan rangers dari COP. Karakteristik unik orangutan, terutama kesamaannya dengan kita, memberikannya status unggulan yang dapat menarik orang untuk berpartisipasi dalam program konservasi. Sebagai penyebar benih yang efektif, orangutan berperan penting dalam menstabilkan hutan hujan, dan karena itu kehadirannya mencerminkan kesehatan ekosistem. Tingginya tingkat saling ketergantungan antara orangutan dan hutan hujan ini menyajikan tantangan besar bagi konservasi spesies. Jika orangutan bisa diselamatkan, beragam spesies lain yang hidup di hutan hujan juga dapat terselamatkan.