Jakarta Culinary Passport 2014: Time Across The Foodniverse

10-06-2014 01:06:47 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Sabtu 7 Juni 2014 kemarin, West Mall 5th Floor Grand Indonesia tak tampak seperti biasanya. Terlihat antrian mengular mengarah ke sebuah tempat yang dipenuhi oleh ribuan orang. Acara kuliner yang ditunggu-tunggu oleh foodies Ibukota, Jakarta Culinary Passport (JCP), kembali hadir dengan rangkaian kegiatan yang semakin meriah. Setelah sukses menggelar acaranya tahun lalu, kini JCP berusaha menyuguhkan tema baru nan segar, yaitu “To Traverse Time and Space”. Berbeda dari tahun lalu, kini JCP mengajak para pengunjung menjelajahi ruang dan waktu sambil mencicipi ragam jenis makanan. Konsep yang diusung JCP tahun ini, sukses menyerap animo foodies Ibukota agar datang langsung dan merasakan ambience dan mencicipi berbagai jenis makanan yang tersedia. Sabtu kemarin, tak kurang dari 1000 orang memadati area JCP yang terdiri dari empat zona waktu, yaitu 20-50’s, 60-80’s, 90’s dan future. Tiap area memiliki speciality food-nya masing-masing, area 20-50’s  khusus menyajikan makanan Indonesia, area 60-80’s khusus menyajikan makanan Asia timur dan barat, area 90’s menawarkan makanan khas Eropa, serta tak ketinggalan area future yang menyajikan berbagai macam dessert sebagai penutup. Dari keseluruhannya, area future-lah yang paling ramai diserbu pengunjung karena pilihan dessert yang sangat beragam. Terdapat beberapa booth yang terlihat memiliki antrian cukup panjang, diantaranya booth Addictea, Puyo Silky Dessert, dan Karokun. Panjangnya antrian tersebut sempat membuat pengunjung lain yang ingin berkeliling harus berdesak-desakan untuk melewatinya. Namun terlepas dari itu, yang menarik di tahun ini, JCP berusaha menampilkan sesuatu yang baru dengan mengadakan beberapa kompetisi yang sukses mencuri perhatian masyarakat. Beberapa diantaranya, Hot Wings Eating Competition serta Capture and Share! Instagram Competition. JCP sendiri berlangsung hingga Minggu 8 Juni 2014, tetap dengan berbagai sajian dan kegiatan yang tak kalah menarik. Coverage by Dinda Miranda