Pentas Ulang: Matinya Sang Maestro

10-05-2014 07:05:57 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Pentas Matinya Sang Maestro, sukses digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, pada tanggal 12-13 April 2014 lalu. Dalam dua hari pementasan tiket selalu sold out, terjual habis. Bahkan banyak (calon) penonton yang merasa kecewa karena tak bisa menyaksikan pertunjukan tersebut, dan berharap ada pementasan ulang. Ada satu faktor yang membuat pertunjukan itu menarik perhatian, yakni tampilnya para maestro seni seperti Kartolo, Didik Nini Thowok, Marwoto hingga Djaduk Ferianto dalam satu panggung. Ini boleh dibilang kesempatan langka menyaksikan para maestro tersebut tampil dalam satu panggung pertunjukan. Ditambah pula tema lakon itu sendiri, yang dianggap mampu menggambarkan dan merefleksikan kisah kehidupan para maestro seni di tanah air saat ini. Dukungan semua pihak untuk kembali mementaskan lakon Matinya Sang Maestro itu, semoga semakin memperlihatkan tumbuhnya kesadaran untuk semakin memperhatikan nasib para maestro seni yang telah begitu tulus mengabdikan hidupnya pada dunia kebudayaan. Antusiasme para penonton tersebut, bisa jadi mencerminkan rasa kepedulian mereka pula; bahwa mereka tidak sekedar menyaksikan sebuah pementasan, tetapi sekaligus ingin memberi kesaksian dan dukungan terhadap pencapaian kreatif para maestro tersebut. Sudah menjadi “gambaran umum” betapa di banyak daerah, nasib para maestro seni kita justru kurang mendapat apresiasi yang memadai. Banyak para maestro seni, yang telah memberikan seluruh cinta dan dedikasinya pada dunia seni yang ditekuninya, justru terlantar nasibnya. Sejak awal, pementasan Matinya Sang Maestro memang ingin mengingatkan kembali soal itu, agar semakin tumbuh kepedulian dan perhatian banyak pihak terhadap nasib para maestro seni kita. Kesenian memang menjadi lebih hidup dan mampu menumbuhkan perasaan bangga, bila tidak dilepaskan dari penghayatan pada hidup. Apalah arti berkesenian, bila terlepas dari kehidupan, begitu Rendra pernah menyatakan. Maka, ketika menyaksikan pertunjukan ini, kita tak hanya menyaksikan sebuah lakon, tetapi juga memperoleh kesempatan belajar dari para maestro yang telah membuktikan dirinya penuh pengabdian. Matinya Sang Maestro ini akan dipentaskan ulang pada 13 – 14 Mei 2014 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pukul 20.00 WIB. Informasi lebih lanjut dan reservasi dapat dilakukan melalui : Telp. : 0838 9971 5725 / 0856 9342 7788 / 0857 1935 1935 / 021 9735 9735 Website : www.tamanismailmarzuki.com/tiket-tim dan www.kayan.co.id Review Matinya Sang Maestro: Nasib Seniman Yang Terlupakan