Wayang Orang Rock Ekalaya - Perpaduan Wayang dan Musik Rock Kekinian

17-03-2014 09:03:17 By Egon Saputra
img

Pementasan kontemporer bertajuk ‘Wayang Orang Rock Ekalaya’ digelar pada Sabtu, 15 Maret 2014 di Tennis Indoor Senayan Jakarta.

Pementasan yang digelar oleh Titimangsa Foundation dan Djarum Apresiasi Budaya ini memasukan konsep kekinian dari musik rock ke dalam kisah wayang. Pentas yang disutradarai oleh Arie Dagienk dan diproduseri oleh Happy Salma ini berhasil mengundang gelak tawa dan menarik perhatian para penonton.

Kolaborasi unik di pentas Wayang Orang Rock Ekalaya ini mempertemukan gamelan dan rock, gunungan dan hologram serta wayang dan gitar. Beberapa bintang yang berperan sebagai tokoh utama diantaranya Jikun (/Rif ) berperan sebagai Durna, Otong (Koil) berperan sebagai Arjuna, Sophia Mueller berperan sebagai Anggraeni, Stevie Item (Andra and The Blackbone) berperan sebagai Ekalaya. Selain empat tokoh utama dalam pementasan ‘Wayang Orang Rock Ekalaya’ tersebut tak lupa tergabung pula dalam jajaran pemain lainnya yang dimana mereka pun semua akan berakting selain membawakan lagunya masing-masing. /rif, Netral, Koil, Seringai, The Brandals, Jopie Item, Candil, Iwa K, Hilbram Dunar, Roxx, Leonardo and His Impeccable Six, WOR Head Band, dan Adrian Adioetomo.

[slider crop="yes" slide1="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2014/03/Wayang-Ekalaya.jpg" slide2="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2014/03/Wayang-Rock-Ekalaya.jpg" slide3="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2014/03/Wayang-Rock.jpg"][/slider]

Cerita dan adegan pentas kali ini mengalir secara menarik, para tokoh utama yang kesehariannya adalah musisi dan bukan aktor berhasil memberikan kejutan dengan melakukan improvisasi diatas panggung.

Pentas dimulai oleh akustik gitar 'Stairway to Heaven' yang dibawakan oleh Ekalaya (Stevie Item). Ekalaya merupakan raja dari Paranggelung yang berbakat dan berambisi mengharumkan nama kerajaannya dengan kemampuan bermain gitar. Lalu Ekalaya mencoba berkunjung ke Hastinapura untuk berguru ilmu gitar kepada guru besar Durna (Jikun), namun sayangnya Durna bersumpah hanya akan menurunkan ilmunya kepada Arjuna (Otong ‘Koil’).

Arjuna yang sempat terkesima mendengarkan permainan Ekalaya, tiba-tiba emosi terutama setelah melihat patung guru besar Durna. Arjunapun menantang Ekalaya. Untuk membuktikan kepada Ekalaya, bahwa hanya Arjunalah yang paling juara di seluruh antero jagat raya. Juga untuk mematahkan ketakutannya akan Ekalaya yang sesungguhnya, jauh dalam lubuk hatinya, ia akui kehebatannya. Pentas pun berakhir dan semua orang yang terlibat di pementasan ini hadir bersama diatas panggung.

Penonton pun terkesima akan kharisma aksi panggung para wayang orang dan sajian visual serta racikan music rock dalam pentas kali ini. Wayang Orang Rock Ekalaya ini adalah sebuah warna baru di dunia pertunjukan, yang mampu menghibur para penonton yang membutuhkan suguhan alternatif.

Photo & Coverage by Maulana Akbar