Festival Orang Basudara: Peluncuran Buku Carita Orang Basudara, Kisah-kisah Perdamaian dari Maluku

15-03-2014 12:03:21 By Egon Saputra
img

Konflik komunal di Maluku yang pecah 15 tahun lalu meninggalkan sekian kisah bagi orang-orang yang mengalaminya dan mencoba bangkit darinya.

Ketika hampir semua orang terpaksa terlibat dalam amuk konflik, mereka berusaha menghindari dan bahkan berusaha menghentikan konflik dengan caranya masing-masing. Hari ini konflik Maluku telah berlalu, dan andil mereka di dalamnya begitu besar.

Adalah Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM) berinisiatif mendokumentasikan pengalaman-pengalaman mereka. Sejak 2007, LAIM mulai mengundang sejumlah individu untuk menuturkan kisahnya. Itu pun membutuhkan proses panjang dan berliku selama bertahun-tahun. Pada 2013, Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina, kemudian ikut terlibat untuk mendorong publikasi naskah-naskah tersebut ke dalam buku Carita Orang Basudara (2014).

[slider crop="yes" slide1="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2014/03/FOB-10.jpg"][/slider]

Untuk menyebarluaskan buku ini kepada khalayak di luar Maluku, 10 Maret 2014, LAIM dan PUSAD Yayasan Paramdina, bekerjasama dengan dengan The Asia Foundation (TAF), Goethe Institut, Tempo Institute, Maluku Photo Club, Ambon Bergerak dan Arumbai menyelenggarakn pagelaran dan peluncuran buku Carita Orang Basudara bertajuk “Festival Orang Basudara”.

Selain memperkenalkan buku Carita Orang Basudara, kegiatan yang bertempat di Goethe Institut Menteng itu meliputi Pemutaran film dokumenter “Provokator Damai” (salah satu pemenang Eagle Award 2013), peluncuran teaser film “Cahaya dari Timur; Beta Maluku”, diskusi dengan penulis buku COB, pameran fotografi oleh Maluku Foto Club dan di penghujung acara Glenn Fredly serta kawan-kawan musisi lain membawakan lagu-lagu perdamaian ala Ambon.

Pengalaman-pengalaman yang terkumpul dalam buku ini penting untuk dibaca, tidak hanya oleh mereka yang terlibat dalam studi atau praktik resolusi konflik saja, tetapi oleh semua orang, agar memicu munculnya kisah-kisah perdamaian serupa di tempat lain di Indonesia dan dunia. Buku ini dibuat selama 7 tahun dengan dimuat 26 cerita didalamnya. “Buku ini bicara tentang nilai-nilai universal. Carita Orang Basudara adalah tawaran dari Maluku untuk bangsa ini” Jacky Manuputy, Intelektual & pendeta.