Apa yang Diajarkan Orang Tua Kita Dulu tentang Mengelola Uang

11-03-2014 10:03:08 By Budi Raharjo
img

Saya yakin kita semua pernah melihat dan belajar bagaimana cara orangtua kita dulu mengelola penghasilannya agar cukup dan masih bisa digunakan untuk membeli rumah, kendaraan dan menyekolahkan kita. Mari kita tengok sedikit tentang apa yang telah dicontohkan orangtua dulu dan petuah-petuah lama yang terbukti berhasil.

Beli Yang Penting (bukan Yang Penting Beli)

Salah satu yang diajarkan orangtua saya tentang uang. Ketika uang yang dimiliki tidak cukup untuk membeli, maka yang harus dilakukan adalah membuat prioritas. Beli yang betul-betul dibutuhkan sesuai dengan kemampuan. Setelah membuat prioritas akhirnya kita tahu bahwa memang sebenarnya barang yang akan kita beli tersebut adalah kebutuhan atau sekedar keinginan.

Jangan Hutang

Hindari hutang (jika tidak perlu dan tidak untung). Berhutanglah untuk barang-barang yang memang di masa yang akan datang nilainya akan cenderung mengalami kenaikan. Atau, berhutang untuk hal-hal yang menunjang produktivitas anda dan menciptakan penghematan seperti kendaraan pribadi misalnya. Cermat dan bijaksana dalam berhutang karena hutang akan mempengaruhi arus kas bulanan.

Kalau Punya Uang...

Ditabung... beli emas.. beli asuransi.. itu biasanya kata-kata ampuh dan bijak dari orangtua kita. Ketika kita melihat uang kita tumbuh dan berkembang akan memberikan rasa percaya diri dan ketenangan dalam diri. Bayangkan kehidupan yang bebas hutang dan memiliki aset yang tumbuh dan berkembang. Menyenangkan bukan?

Tawar Dulu

Jangan tergesa-gesa dalam melakukan pembelian. Coba tawar harganya, tanyakan apakah ada potongan harga? Bandingkan harga dengan toko sebelah. Kemudian beli barang terbaik yang bisa anda peroleh. Sederhana.. tapi keterampilan menekan pengeluaran ini ternyata perlu untuk menciptakan surplus dalam arus kas kita.

Buku Catatan

Catatan rencana belanja, catatan pengeluaran bulanan.. ternyata orang-orang yang mencatat dengan baik pengeluaran-pengeluarannya memiliki kendali yang lebih baik dalam mengelola uangnya. Alih-alih dikendalikan oleh bujukan iklan dan potongan harga setiap bulan yang membuat kita lebih impulsive dalam belanja. Catatan sederhana bisa membantu kita tetap menggunakan akal sehat. Be smart with your money!