Pagelaran Wayang Orang ‘Mbangun Candi Saptoargo’

12-02-2014 02:02:03 By Egon Saputra
img

Sebagai wujud dedikasi terhadap seni dan budaya Indonesia, Lions Club Jakarta Monas pada 8 Februari 2014 menggelar pentas wayang orang di Gedung Kesenian Jakarta. Pentas yang berjudul ‘Mbangun Candi Saptoargo’ ini digelar untuk memperingati 35 tahun berdirinya Lions Club Jakarta Monas Jakarta.

Lakon utama dan para pemain pendukung dari pentas ‘Mbangun Candi Saptoargo’ yang lain dan tidak bukan ialah para anggota dari LCJM. Semangat para anggota pun terlihat dari keseriusan mereka yang selalu berlatih seminggu dua kali di rumah sang penggagas pagelaran, Suhardani Arifin.

MC 31

‘Mbangun Candi Saptoargo’ menceritakan tentang perebutan senjata Jamus Kalimusodo oleh Mustokoweni. Senjata tersebut diambil oleh Mustokoweni dari kaum Pandawa untuk  membantu membalaskan dendam Prabu Bumiluko kepada Arjuna yang telah membunuh ayahnya. Cerita ini melibatkan pula tokoh-tokoh lain dalam dunia perwayangan seperti Gatutkoco, Dewi Drupadi, Bambang Priambodo, Prabu Bumiluko dan Semar. Lewat kecerdikan Priambodo dalam berperang, ia berhasil mengambil kembali senjata Kalimusodo.

Di akhir cerita, dalam perjalanan kembali Priambodo berjumpa dengan Mustokoweni yang kemudian dipanahnya. Priambodo ternyata adalah putra dari Srikandi. Mustokoweni terkena oleh panah tersebut sehingga semua bajunya terlepas. Priambodo mengatakan kepada Mustokoweni akan mengembalikan bajunya bila dia mau menjadi istrinya. Dan Mustokoweni pun setuju.

Hal ini diketahui oleh Prabu Bumiluko, kakak Mustokoweni, yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut. Kemudian terjadilah perang tanding antara Bumiluko dan para punggawanya dengan para Pandawa. Yang akhirnya dimenangkan oleh Pandawa. Kekalahan Bumiluko membuat ia beserta para Punggawa membantu pembangunan Candi Saptoargo.