The Story Behind Daft Punk’s Helmets

03-01-2014 10:01:43 By Egon Saputra
img

Daft Punk sebagai pionir EDM di negaranya, Perancis, bahkan di seluruh dunia kini telah bermetamofosa menjadi sepasang dewa yang selalu diagung-agungkan. Karakter yang mereka bangun sangat kuat. Itu semua tak lepas dari helm yang dikenakannya selama ini.

Di tahun 90-an, duo itu memasang kantung-kantung hitam di kepala mereka dalam tampilan promosi dan membeli topeng-topeng Halloween yang menyeramkan untuk dipakai di  pemotretan. Helm robot yang mereka gunakan sekarang yaitu hasil rancangan teman-teman Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter (Daft Punk). Pada awalnya, helm yang mereka gunakan dihias rambut palsu sesuai dengan jenis rambut Guy-Manuel (Lurus) dan Bangalter (Keriting). Dalam perjalanan ke pemotretan sebuah majalah, Daft Punk melepas hiasan rambut dan memutuskan helm robotnya itu lebih bagus kalau botak. Di tempat tersebut pertama kalinya Daft Punk memperkenalkan helmnya sekaligus memperkenalkan lagu “Harder, Better, Faster, Stronger” dari album Discovery di tahun 2001.

Helm keduanya diproduksi oleh perusahaan spesial efek, Alterian Inc. Di setiap show Daft Punk, kita dapat melihat teks maupun grafik berjalan yang mengikuti irama musik. Cuma 2-4 kata yang bisa kita lihat dalam waktu singkat yang berjalan dari kiri ke kanan. Sehingga terkadang cukup sulit membacanya. Berkat bantuan sebuah backpacks yang berisi baterai dan selalu dibawa di punggung mereka, display di helm itu bisa menyala.

Selepas meluncurnya album Discovery, Daft Punk mulai memasuki masa transisi. Masa transisi antara Discovery dan Human After All. Di masa ini mereka melepas backpacks agar terlihat lebih praktis dan efisien, display LED pun jadi lebih kecil. Display helm Thomas cuma terdiri oleh satu baris LED merah sedangkan display helm Guy-Manuel dibatasi dua Greed LED Eyes. Kontur belakang helm Guy-Manuel sudah semakin permanen. Tahun 2005, Daft Punk melahirkan studio ketiga, Human After All. Banyak yang berubah pada helm mereka. Lagu-lagu soft rock yang menampilkan electro funk, ternyata ikut memodifikasi helmnya. Era ini helm Daft Punk tidak menggunakan LED, kecuali yang ada di helm Guy-Manuel. Itu pun hanya sebagai ornamen. Mulut helm Thomas tidak lagi membentuk sebuah senyuman.

Serupa dengan tampilan cameo di Tron Legacy, tahun 2010 helm Daft Punk diproduksi oleh Ironhead Studio. Sebuah perusahaan spesial efek dalam film Tron Legacy. Helm itu dilapisi bahan metal yang terlihat memudar dan LED putih. Pada dasarnya, di era Tron Legacy helm Guy-Manuel lebih ramping. A.J. Catalano adalah orang dibalik pembuatan LED helm Daft Punk di era ini. Berbagai kekurangan di era sebelumnya semakin disempurnakan. 7 tahun sudah Daft Punk tidak merilis album. Hingga tahun 2013 kemarin, semua orang dikejutkan oleh kehadiran Random Access Memories. Kabarnya album terbaru Daft Punk disebut-sebut sebagai album yang paling mahal dan memakan waktu dalam karier mereka. Album tersebut mampu merubah Personal Style Daft Punk menjadi lebih elegant. Brand High-end macam Saint Laurent mengambil langkah untuk berkolaborasi dengan mengendorse pakaian yang kini mereka kenakan. Tidak banyak perubahan pada helm Guy-Manuel dan Thomas Bangalter sekarang. Hanya satu kalimat yang bisa menggambarkan mereka sekarang, “robot-robot itu semakin dewasa”.