Holy Market 2013: Menjamah Barang-Barang Artistik yang Eksentrik

01-01-2014 08:01:09 By Egon Saputra
img

Holy Market yang dimotori oleh anak-anak RuRu (Ruang Rupa) untuk kesekian kali kembali digelar. Dalam satu tahun mereka mengadakan Holy Market pada saat-saat hari besar keagamaan yaitu Idul Fitri dan Natal.

Berawal dari garage sale kecil-kecilan, Holy Market menjual berbagai macam pakaian second-hand, pernak-pernik bernilai seni tinggi sampai barang-barang yang bisa dibilang cukup nyeleneh. Di salah satu lapak, si Penjual sempat-sempatnya kepikiran menjual komik berkarakter Gareng yang sangat populer sewaktu Sekolah Dasar. Kacaunya, stensilan (kumpulan cerita 18+) pun turut dijual secara bebas. Selain itu karya-karya dari seniman muda ibukota seperti POPO (@thepopoh), GALAW (Gambar Selaw) dan Jakarta Wasted Artist ikut meramaikan Holy Market ini.

Memang di Holy Market tidak mengenal aturan apapun dalam berjualan. Semua bebas berjualan apa saja, yang penting berguna dan terjual. Harga dari setiap barang pun bervariasi tergantung, mulai dari 5000 perak hingga ratusan ribu. Namun sangat disayangkan, untuk beberapa kategori barang yang semestinya murah dijual cukup mahal dibanding tempat lain.

Menjelang penutupan tahun 2013, Holy Market.. Is Back kembali digelar dari pukul 12 siang hingga 10 malam dengan menghadirkan para stand up comedian yang wajahnya tak asing di segmen indie. Sebut saja Gilang Gombloh, Kiki Aulia Ucup dan Oom Leo (Good Night Electric). Beberapa personil White Shoes and The Couples Company dan Arie Dagienk juga tampak hadir malam itu. RuRu yang terletak di Tebet Timur Dalam Raya No. 6 merupakan artists’ initiative yang didirikan oleh sekelompok seniman di Jakarta. Selalu mengedepankan gagasan seni rupa dalam konteks urban jadi salah satu tujuan organisasi nirlaba yang berdiri di tahun 2000 tersebut.