Piala Maya 2013 Membawa Semangat Apresiasi untuk Perfilman Indonesia

24-12-2013 06:12:34 By Egon Saputra
img

Setelah sukses menyelenggarakan Penganugerahan Piala Maya pada 15 Desember tahun lalu, kali ini Penganugerahan Piala Maya kembali diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh @Film_Indonesia. Dengan mengusung tema “Ragam Corak Film Indonesia”, penyelenggara konsisten untuk membawa semangat apresiasi nyata dari dunia maya untuk film Indonesia. Rangkaian acara Piala Maya dari mulai pemilihan nominasi hingga malam puncak, berlangsung sejak November lalu. Pemilihan nominasi dilakukan dari tanggal 25 November hingga 18 Desember 2013 secara voting oleh lebih dari 100 komite pemilih yang berasal dari berbagai kalangan yang berkecimpung di dunia media dan hiburan. Setelah para nominasi untuk semua kategori terpilih pada 5 Desember, selanjutnya diselenggarakan Pekan Film yang merupakan pemutaran film-film nominasi untuk ditonton masyarakat umum secara gratis dari tanggal 9-17 Desember di SAE Institute FX. Terakhir adalah Malam Puncak Penganugerahan Piala Maya 2013 di UMANAIRA, Jakarta Selatan pada 21 Desember 2013 yang lalu. Malam itu sekitar pukul 18.30 tamu-tamu yang berasal dari kalangan sineas dan pemain film, awak media, serta para komite pemilih mulai berdatangan. Acara dimulai pada pukul 19.00 dan langsung terasa suasana kekeluargaan antara para sineas dan pelakon film yang saling melempar canda satu sama lain. Berbeda dengan acara penganugerahan film lainnya yang terkesan formal dan kaku, Piala Maya lebih membawa kesan santai dan tidak terlalu formal. Pembacaan nominasi dilakukan oleh para artis dan aktor kawakan yang diselingi oleh aksi-aksi panggung yang mengejutkan. Berikut karya-karya dan lakon-lakon terpilih pada Malam Penganugerahan Piala Maya 2013:

  1. Sutradara Terpilih – Mouly Surya (What They Don’t Talk About When They Talk About Love)
  2. Naskah Asli Terpilih – Swastika Nohara (Hari Ini Pasti Menang)
  3. Naskah Adaptasi Terpilih – Ifa Isfansyah, Fajar Nugros, Iwan Setyawan (9 Summers 10 Autumns)
  4. Penata Kamera Terpilih – Yunus Pasolang (What They Don’t Talk About When They Talk About Love)
  5. Penyunting Gambar Terpilih – Cesa David Luckmansyah, Aline Jusria, Faesal Rizal (NOAH)
  6. Penata Artistik Terpilih – Iqbal Marjono (Belenggu)
  7. Penata Suara Terpilih – Khikmawan Santosa (Hari Ini Pasti Menang)
  8. Efek Khusus Terpilih – Adam Howarth (Sang Kiai)
  9. Ilustrasi Musik Terpilih – Indra Lesmana (Adriana)
  10. Penata Rias Wajah dan Rambut Terpilih – Retno R Damayanti, Joy Revfa, Rezani Ramli (Habibie & Ainun)
  11. Penata Kostum Terpilih – Retno R Damayanti (Habibie & Ainun)
  12. Aktor Utama Terpilih – Reza Rahardian (Habibie & Ainun)
  13. Aktris Utama Terpilih – Julia Perez (Gending Sriwijaya)
  14. Aktor Peran Pendukung Terpilih – Alex Komang (9 Summers 10 Autumns)
  15. Aktris Peran Pendukung Terpilih – Ayushita (What They Don’t Talk About When They Talk About Love)
  16. Aktor Pendatang Baru Terpilih – Reza Nangin (Cinta Tapi Beda)
  17. Aktris Pendatang Baru Terpilih – Lina Marpaung (Demi Ucok)
  18. Pemaik Cilik Terpilih – Jefan Nathanio (Tampan Tailor)
  19. Aktor Omnibus Terpilih – Lukman Sardi (Rectoverso “Malaikat Juga Tahu”)
  20. Aktris Omnibus Terpilih – Dewi Irawan (Rectoverso “Malaikat Juga Tahu”)
  21. Film Daerah Terpilih – Nagasari (Christopher Hanno, Eduardus Pradipto)
  22. Film Animasi Pendek Terpilih – Sang Suporter (Wiryadi Darmawan)
  23. Desain Poster Terpilih – Gamaliel Budiharga (Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya)
  24. Penulisan Kritik Film Terpilih – Sokola Rimba “Protes dari Orang Rimba” (Imam Teguh Santoso)
  25. Lagu Tema Terpilih – Cinta Sejati (cipt. Melly Goeslaw, dinyanyikan BCL pada Habibie & Ainun)
  26. Film Dokumenter Terpilih – 400 Words (Ismael Basbeth)
  27. Segmen Film Omnibus Terpilih – Malaikat Juga Tahu (Rectoverso, Marcella Zalianty)
  28. Film Pendek Terpilih – Dino (Edward Gunawan)
  29. Film Panjang/ Film Bioskop Terpilih – Sokola Rimba (Riri Riza)
Penghargaan Khusus 2013: Dokumenter Non Naratif: EPIC JAVA (Febian Nurrahman Saktinegara) Coverage by Fatimah Kartini Bohang