Piala Maya 2013 Mengusung Tema "Ragam Corak Film Indonesia"

10-12-2013 12:12:37 By Egon Saputra
img

Setelah diselenggarakan untuk pertama kalinya pada tanggal 15 Desember 2012, tahun ini, ajang PIALA MAYA kembali diselenggarakan dengan mengusung semangat yang sama, Apresiasi Nyata dari Dunia Maya untuk Film Indonesia.

Berbekal dari penyelenggaraan tahun pertama, Media @FILM_Indonesia sebagai penyelenggara ajang PIALA MAYA 2013, meneruskan komitmen untuk tetap menyelenggarakan ajang festival film ini rutin setiap tahunnya. Apresiasi dari jagad maya ke dunia nyata ini akan terus hadir dalam tema dan konsep yang berbeda, namun tetap dengan spirit yang sama.

Rangkaian acara Piala Maya 2013 akan berlangsung selama bulan November dan Desember:

  1. Proses voting oleh lebih dari 100 Komite pemilih akan diselenggarakan pada 25 November sampai 18 Desember 2013.

  2. Pengumuman Nominasi tanggal 5 Desember 2013 di fX Senayan, Jakarta.

  3. Pekan Film, berupa pemutaran film nominasi dan film-film pilihan terbuka untuk umum dan GRATIS, akan diselenggarakan pada tanggal 9 sampai 17 Desember 2013 di SAE Institute, FX – Jakarta.

  4. Ramah Tamah 100 Komite Pemilih bersama Media, dan screening special film pilihan special mention, pada tanggal 18 Desember 2013 di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia.

  5. Malam Puncak, berupa malam anugerah penyerahan penghargaan Piala Maya akan digelar pada tanggal 21 Desember (khusus undangan).

Piala Maya 2013 mengusung tema “Ragam Corak Film Indonesia”. Penyelenggaraan tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini direncanakan akan berkolaborasi 100 Komite Pemilih untuk memilih para peraih Piala Maya 2013. Komite Pemilih terdiri dari berbagai kalangan profesi dan lintas usia yang mempunyai semangat yang sama yaitu sebagai pencinta film Indonesia. Beragam profesi Komite Pemilih, diantaranya adalah:  Sineas, Jurnalis Film, Praktisi Periklanan, Musisi, Kritikus Film, Akademisi, Penyiar Radio, Movie Reviewer, Blogger, Fashion Designer, Ilustrator, Pelaku Seni, Penulis, Mahasiswa Perfilman, Perwakilan Komunitas Film dll yang diketuai oleh dr. Daniel Irawan, seorang pencinta film, penulis review film, yang juga berprofesi formal sebagai seorang dokter di kota Medan. Secara keseluruhan, acara ini juga bertujuan untuk mendukung program ekonomi kreatif di Indonesia, dan khususnya mendukung tumbuh industri perfilman Indonesia yang tengah giat mencari jati diri dan membentuk karakter.