ESQIEF Syaharani : Live The Life, Live The Music

03-12-2013 01:12:28 By Egon Saputra
img

Minggu (1/12) malam lalu, di pojokan pelataran Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, mengalun vokal blues khas milik diva jazz Indonesia, Syaharani yang membuai audiens terkesima. Kali ini, Syaharani bersama ESQI:EF kembali tampil di perhelatan jazz tertua di Tanah Air, Jazz Goes To Campus.

Meskipun terbilang musisi jazz senior, nyatanya Syaharani mampu membuat audiens yang didominasi dari kalangan mahasiswa ikut menikmati performanya. Mungkin (Katakan) dan Cheek to Cheek menjadi salah satu track yang dibawakan ESQI:EF di stage Jazz It Your Way.

Penyanyi jazz kawakan ini memang sudah malang melintang di dunia musik, khususnya jazz. Sebelum berkolaborasi dalam ESQI:EF, Rani memulai karier solonya melalui album yang bertajuk Love (1999). Minat Rani dalam musik memang tidak main-main. Kualitas vokal Rani yang terus terasah bahkan membawa Rani menjadi perwakilan Indonesia di perhelatan jazz terbesar dunia, North Sea Jazz Festival pada 2001 silam.

Salah satu yang melekat dalam ingatan adalah aransemen ulang Careless Whisper milik Wham yang dibawakan Rani di album Syaharani (2004). Sentuhan tipis vokal rock n roll Rani berbaur apik dengan taste jazz dari lantunan saxophone. Di album ini terdapat sepuluh lagu yang diaransemen ulang salah satunya adalah Fragile milik Sting, I Can See Clearly Now milik Jimmy Cliff  dan Lately milik Stevie Wonder.

[slider crop="yes" slide1="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2013/12/Syaharani-JakartaVenue.jpg" slide2="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2013/12/Syaharani-JV.jpg"][/slider]

ESQI:EF merupakan kolaborasi sang diva bersama Didit Saad dan Donny Suhendra, eks gitaris Krakatau. Nama ESQI:EF (baca: es – ki – ef) diambil dari singkatan Syaharani and Queenfireworks. Sampai saat ini, ESQI:EF telah merilis dua album yang bertajuk Buat Kamu (2006) dan Anytime (2010).

Dalam track Buat Kamu dari album perdana mereka, suara parau Rani yang berat khas seorang diva jazz terkemas dengan baik, terdengar lebih segar, ringan namun lugas. Di album kedua Anytime, di antara irama jazz menyelusup sangat kental beat-beat retro di beberapa tracknya. Album dengan 12 track ini memang menjadi album crossover, dengan balutan berbagai genre musik, mulai dari light jazz, groove sampai retro dance.

Text by Sarah Sofiana Nabila Kuartanegara