Mengulik Definisi Terkini Musik Blues Melalui Jakarta Blues Festival 2013

18-11-2013 02:11:36 By Egon Saputra
img

Sabtu tanggal 16 November 2013 kemarin bisa jadi merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh pecinta musik blues ibukota. Bagaimana tidak, Jakarta Blues Festival edisi ke-tujuh akhirnya digelar di Istora Senayan dan berhasil mengundang ribuan pasang mata untuk berbondong-bondong menghadiri pagelaran tahunan tersebut.

Walaupun hanya diadakan selama satu hari, namun Jakarta Blues Festival 2013 masih berkomitmen untuk menghadirkan jajaran musisi-musisi yang kredibel. Nama-nama seperti Endah n Rhesa, Jopie Item Project, Tohpati Bertiga, Fariz RM, hingga Balawan turut mewarnai festival ini. Beberapa artis mancanegara juga tak ingin ketinggalan dalam meramaikan panggung, sebut saja Kazumi Watanabe, Jeff Berlin, serta Ron Thal, sang gitaris tenar personil band Guns n Roses yang akrab disapa Bumblefoot.

Tak ingin terkesan setengah-setengah, penyelenggara pun menyediakan empat buah panggung yang masing-masing bernama black stage, green stage, red stage, serta blue stage. Uniknya, keempat panggung tersebut menyimpan atmosfir berbeda-beda sesuai dengan visi penyelenggara untuk memberikan perspektif yang beragam terhadap musik blues, contohnya seperti green stage yang bertujuan untuk mengangkat nuansa blues eklektik atau black stage yang khusus menyajikan musisi-musisi pendatang baru.

[slider crop="yes" slide1="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2013/11/100-gitar.jpg" slide2="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2013/11/1.jpg"][/slider]

Hujan yang mengguyur Istora Senayan memang mengancam pengunjung untuk bergerak pindah dari black stage serta red stage yang berada di area outdoor, namun hal tersebut tak menyurutkan semangat penonton untuk tetap bersenang-senang di kawasan tersebut. Terlebih ketika Sashi yang membawakan lagu milik JET berjudul “Are You Gonna Be My Girl?” dan dilanjut dengan penampilan enerjik ala Gugun Blues Shelter di red stage ternyata berhasil membuat penonton semakin larut dalam kegembiraan.

Kemeriahan area outdoor pun juga terasa di area indoor. Jopie Item Project, Slank, serta headline Jakarta Blues Fest 2013 lainnya menghibur dengan sangat atraktif di blue stage, namun tampaknya penonton lebih antusias ketika band yang terdiri dari sekumpulan wanita berbakat bernama Lady In a Blues naik ke atas panggung. Dan akhirnya euforia selama 12 jam tersebut diakhiri dengan penampilan Ron “Bumblefoot” Thal yang diiringi tepuk tangan tak henti-hentinya sepanjang pertunjukkan.

Walaupun gelaran ini terbilang cukup meriah, namun tak pelak bahwa acara ini juga menyimpan kritik tersendiri. Kesiapan aparat keamanan dalam mengantisipasi massa yang membludak serta daya tarik utama festival yang dirasa kurang merepresentasikan inti dari acara ini mungkin dapat menjadi evaluasi tersendiri. Tetapi yang pasti, tak ada raut kecewa di wajah penonton selepas menghadiri perhelatan akbar yang satu ini. Jakarta Blues Festival 2013 benar-benar mempersilahkan pengunjung untuk menciptakan persepsi tersendiri terhadap musik blues masa kini.

Coverage by Galih Gumelar