Kulturfest 2013: Sebuah Integrasi antara Kreatifitas dan Kepekaan Lingkungan

29-09-2013 11:09:48 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Di saat budaya merupakan sebuah pengejawantahan dari majunya peradaban, seharusnya terdapat juga pola pikir modern yang mampu berjalan beriringan. Salah satunya adalah kepekaan terhadap keadaan sekitar yang sepatutnya mampu bertautan dengan kreatifitas masyarakat masa kini.

Dan atas alasan itulah mengapa Kulturfest 2013 diselenggarakan. Dengan mengambil tema “Kunst aus müll, macht uns cool”, acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Studi Jerman, Universitas Indonesia ini ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya karya seni yang bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitar, dan seni eco-popart yang berasal dari Jerman merupakan representasi yang tepat bagi hal tersebut.

Maka tak heran apabila Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia berubah menjadi sebuah galeri popart yang menggunakan bahan-bahan daur ulang pada tanggal 25 hingga 27 September yang lalu. Selain itu, gelaran tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 2000 ini pun juga menyajikan seminar öko-popart yang diisi oleh Greenpeace serta pemutaran dan diskusi film “Taste the Waste”, tentunya sebagai media persuasif bagi pengunjung untuk tetap menghargai lingkungan.

Tak hanya itu, bazaar buku bekas berbahasa Jerman serta closing show yang diramaikan oleh Tulus pun berhasil menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan karya seni yang dipopulerkan oleh Hans-Jürgen Schult ini ternyata juga mampu ditransformasikan ke dalam bentuk pagelaran busana yang menarik.

Melalui acara ini, panitia berharap dapat mengenalkan kebudayaan Jerman yang positif dan dapat ditiru oleh masyarakat Indonesia. Memang tak mudah untuk tidak resisten terhadap budaya luar negeri, namun tak ada salahnya mencoba selama ada manfaat bagi masa depan bangsa sendiri.

Coverage by Galih Gumelar