Shave For Hope: Sepotong Asa Untuk Menghidupkan Sebuah Harapan

16-09-2013 09:09:33 By Egon Saputra
img

Masa kecil adalah masa-masa yang paling menyenangkan dan semua orang pernah merasakannya. Apakah Kamu pernah membayangkan bagaimana jadinya kalau kita tidak merasakan kebahagiaan di masa kecil? inilah yang dialami dari sebagian adik-adik kita yang kurang beruntung.

Kebahagiaan masa kecil mereka harus direnggut oleh sebuah penyakit, yaitu Kanker. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa, jumlah penderita kanker meningkat dari tahun ke tahun. Terdapat 6,25 juta orang yang mana 4% atau sekitar 250 ribu penderita dari jumlah tersebut merupakan anak-anak. Jumlah kasus kanker di Indonesia terus meningkat. Data terbaru menunjukan ada 6% dari total populasi negeri ini adalah penderita kanker dan paling tidak rata-rata terdapat 4.100 baru penyakit kanker pada anak di Indonesia. Ternyata kanker darah (leukemia) menempati urutan pertama sebagai penyakit kanker yang paling banyak dimiliki oleh bayi dan anak-anak berusia dibawah 5 tahun. Leukemia akut memiliki tingkat keganasan 30 – 40% pada anak-anak. Disusul kanker mata (retinoblastoma), kanker otak, kanker kelenjar getah bening (lymphoma) dan kanker tulang (osteosarcoma).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka, Asian Medical Students’ Assocaition (AMSA), Evio Production dan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (YPKAI-C3A) bekerjasama dan menginisiasikan Shave For Hope sebagai aksi sosial mendukung anak-anak pengidap kanker untuk mengekspresikan empati yang besar terhadap anak-anak penderita kanker. Lalu aksi nyata apa yang mereka lakukan?

[caption id="attachment_9815" align="alignnone" width="1200"] Shave for Hope 2013 Jakarta[/caption]

15 September 2013, Gandaria City Jakarta dipenuhi lebih dari 2000 simpatisan yang tergerak hatinya untuk melakukan ‘Cukur Massal’.

Ketua Yaysan Pita Kuning Anak Indonesia, Lanang Ariwibowo menyatakan “Shave For Hope merupakan acara kemanusiaan untuk menunjukan solidaritas kepada penderita kanker pada umumnya, dan anak-anak pada khususnya, yang mengalami kebotakan/kerontokan rambut akibat efek dari pengobatan kemoterapi. Kami berharap peserta ‘Cukur Massal’ ini akan menjadi penyemangat tersendiri bagi para penderita kanker.”

Kenapa cukur massal? Ibarat mengajak kita semua untuk sedikit merasakan apa yang dialami oleh penderita kanker, siapa tahu dengan ini bisa meningkatkan kepedulian kita - Steny Agustaf, penggas Shave For Hope.

Tanpa pungutan apapun alias free, tiap aksi satu kepala shavees (relawan rambut) dihargai senilai Rp 100.000. Para pria pun dicukur hingga botak sedangkan wanita boleh botak boleh juga potong pendek di atas bahu. Acara berlangsung dari pukul 10.00 – 22.00 WIB yang diramaikan dengan performance dari D’Massiv, Ayushita, Confeito, Abdul & The Coffee Theory, Petra Sihombing, Barry Likumahuwa Project (BLP) dan Soulvibe. Sebanyak 75 hair stylists dari Johnny Andrean Salon terlibat secara langsung dalam proses pemotongan rambut para shavees . Selain puncak acara Shave For Hope di Jakarta tahun 2013 acara ‘Cukur Massal’ ini telah menjangkau lebih banyak simpatisan di kota-kota Indonesia termasuk Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya dan berhasil meraih lebih dari 1.000 shavees .