Happy Coda: Antara Kebahagiaan Sederhana dan Dekonstruksi Frau dalam Bermusik

25-08-2013 01:08:13 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Di bulan Agustus ini, Frau, alias Leilani Hermiasih akhirnya kembali meluncurkan albumnya, setelah selama dua tahun rehat dari aktivitas bermusik. Album kedua yang bertajuk Happy Coda ini dirilis dalam bentuk digital yang dapat diunduh gratis sejak 19 Agustus lalu di situs YesNoWave.com. Seperti pada album pertamanya, Yes No Wave  masih menjadi net label bagi album kedua Frau.

Bila pada album pertama Frau juga merilis dalam format cakram padat (CD) di bawah naungan Cakrawala Records, kali ini format buku partitur dipilih Frau untuk merilis album barunya. Rencananya format buku partitur ini akan dirilis 28 Agustus nanti.

Dalam album Happy Coda terdapat delapan track, yakni Something More, Water, Empat Satu, Mr. Wolf, Arah, Suspens, Whisper dan Tarian Sari yang dirilis lebih dulu pada 27 Juni lalu. Hampir semua track dalam kedua album dikerjakan oleh Frau secara mandiri, kecuali track Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa pada album pertama.

Sepintas alunan suara Frau dan dentingan Oskar, nama piano digital Roland RD700SX miliknya, membuat pendengarnya teringat pada Regina Spektor. Musisi asal Rusia yang terkenal lewat singlenya yang berjudul The Call (OST The Chronicles of Narnia: Prince Caspian) memang salah satu yang menginspirasi Frau dalam bermusik.

Namun seorang Frau tentu tidak pernah biasa. Dengarlah lebih seksama, gaya bermusik Frau tentu memiliki karakter tersendiri. Seperti pada single Tarian Sari yang mengandung sedikit nuansa folk. Sesekali, Frau mengayunkan vokal serupa cengkok sambil diiringi jemarinya yang lincah menari bersama Sang Oskar. Benar-benar performa saling melengkapi yang mendekati sempurna.

Bila dibandingkan dengan album Starlit Carousel yang dirilis dalam bentuk mini album Maret 2010 silam, nuansa dalam album Happy Coda terdengar lebih ceria. Tidak hanya lirik tapi juga pada iramanya. Benar seperti kata Frau dalam note di albumnya, Happy Coda memang merupakan kumpulan kisah kebahagiaan yang sederhana.

Text by: Sarah Sofiana Nabila Kuartanegara