Jakarta Souvenir Design Awards 2013: Apresiasi Insan Penggiat Ekonomi Kreatif

19-08-2013 12:08:26 By Egon Saputra
img

Sebagai pusat perekonomian di Indonesia, Jakarta menyimpan banyak sekali potensi pada berbagai sektornya, tak terkecuali bagi industri ekonomi kreatif.

Dan demi meningkatkan antusiasme masyarakat untuk turut berkontribusi di dalam industri ini, Majalah Hello dan Majalah Esquire yang bekerjasama dengan Senayan City menghelat Jakarta Souvenir Design Awards (JSDA) 2013 yang diselenggarakan di Main Atrium Senayan City pada tanggal 18 Agustus 2013 kemarin.

Ajang penghargaan ini ditujukan bagi para desainer muda berbakat yang berhasil merepresentasikan seni dan kebudayaan Jakarta ke dalam bentuk desain souvenir inovatif. Selain itu, desain-desain dari para pemenang JSDA 2013 ini nantinya diharapkan bisa memperoleh mitra kerja sehingga karya-karya tersebut dapat diproduksi secara massal dan mampu dipasarkan ke berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta sebagai komoditas oleh-oleh atau souvenir signature dari kota metropolitan ini.

Walaupun sebanyak 150 desainer telah mendaftarkan karyanya pada ajang ini, namun sayangnya hanya 20 finalis saja yang berpeluang untuk meraih lima penghargaan yang terdiri dari kategori mahasiswa, kategori umum, kategori binaan/UKM, kategori favorit, serta kategori Best Design. Kelima judul karya souvenir yang lolos tahapan seleksi akhir dan berhasil menerima piala JSDA 2013 tersebut adalah “Permen Pletok” (kategori umum), “Roti Buaya” (kategori mahasiswa), “Jakarta Punya Cerita” (kategori UKM), “Jakarta Adventure Kit” (kategori Favorit), dan juga “Go Around Jakarta” (kategori Best Design).

Selain penganugerahan desain souvenir terbaik, JSDA 2013 pun turut menggelar Bazaar Jakarta Souvenir yang diikuti oleh Dekranasda DKI Jakarta dan Alun-Alun Indonesia. Para pengunjung juga dapat menyaksikan 20 karya finalis JSDA 2013 yang dipamerkan di venue sebagai bentuk sosialisasi karya-karya tersebut kepada khalayak luas.

JSDA 2013 diharapkan dapat menjadi acara yang tak hanya berisikan selebrasi semata, namun juga mampu mengajak masyarakat untuk terus mencintai kebudayaan asli Jakarta dan turut serta dalam membangun perekonomian kota ini melalui penciptaan karya-karya kreatif.

Text by Galih Gumelar