Financial Quick Tips: Memulihkan Kondisi Keuangan Pasca Lebaran

12-08-2013 11:08:18 By Budi Raharjo
img

Akhirnya, sudah berlalu masa liburan Hari Raya tahun ini. Banyak di antara kita yang sudah kembali kepada rutinitas awal setelah berlibur. Kembali kepada situasi sehari-hari, mengantarkan anak, bekerja, dan segudang aktivitas lainnya. Banyak hal yang perlu kita cermati setelah Lebaran, terutama adalah masalah keuangan. Setelah berlibur panjang, terlebih lagi yang melakukan perjalanan ke luar kota atau daerah untuk berlebaran, biasanya kondisi keuangan mengalami gangguan. Nah, apa saja yang perlu diperhatikan untuk memulihkan kondisi keuangan kamu? Membayar Hutang Selama liburan bagaimana tingkat pengeluaran kamu? Apakah sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan, atau justru berlebih dengan berbagai alasan. Jika, ketika berlebih ternyata kamu menutupinya dengan fasilitas hutang terutama sekali kartu kredit, maka setelah lebaran ini kamu harus sudah memiliki rencana untuk pelunasannya. Sesuaikan kemampuan pelunasan dengan kapasitas keuangan kamu, karena pengeluaran lebaran pun juga jangka pendek, sudah seharusnya kamu pun tidak membiarkan hutang lebaran berkepanjangan hingga berlarut-larut. Ingat, bunga kartu kredit yang cukup besar bisa menggerogoti kekayaan kamu. Mengembalikan Dana Darurat Tabungan dana darurat terpakai selama berlibur untuk menutupi pengeluaran yang di luar anggaran? Berarti harus segera dipulihkan. Seberapa besar dana tabungan yang dibutuhkan untuk menutupi kebutuhan darurat? Secara garis besar cukup minimal 3-6 kali pengeluaran rata-rata per bulan. Lakukan pemulihan dana darurat setelah hutang-hutang terselesaikan jika masih ada. Mengevaluasi Pengeluaran Catat semua pengeluaran saat libur, sehingga kamu memiliki sebuah patokan pola pengeluaran selama hari raya. Informasi ini nantinya akan digunakan untuk menghadapi pengeluaran hari raya di tahun yang akan datang (jangan lupa memasukkan angka inflasi). Informasi ini juga akan berguna untuk merencanakan berapa dana yang harus disisihkan setiap bulan agar di saat lebaran tahun-tahun berikutnya tidak terjadi defisit keuangan. Mempersiapkan Pengeluaran Jangka Pendek Sambil kamu memulihkan kondisi keuangan, ada juga mengantisipasi pengeluaran-pengeluaran besar yang mungkin muncul dalam satu tahun ke depan setiap bulannya. Seperti misalnya dalam 2 bulan ke depan akan ada pengeluaran untuk kurban, tentunya ini harus dipersiapkan. Atau pengeluaran libur akhir tahun dan lain sebagainya. Beberapa pengeluaran membutuhkan persiapan yang jauh lebih panjang, misalnya adalah biaya uang pangkal sekolah anak tentunya ini membutuhkan perencanaan yang lebih baik berkaitan dengan investasi, tabungan dan manajemen resiko. Berkonsultasi dengan seorang perencana keuangan independen bisa membantu kamu menemukan solusi yang pas untuk mencapai tujuan keuangan kamu. Semoga bermanfaat, Be Smart with Your Money!