Ramadhan Jazz Festival 2013: Musik sebagai Sarana Dakwah

23-07-2013 10:07:59 By Egon Saputra
img

Berawal dari keisengan WartaJazz di jejaring sosial yang mencetusan ingin membuat sebuah event jazz yang tidak hanya sekedar menikmati musik jazz namun dapat mengedepankan ide berbagi sebagai misi sosial. Musik adalah bahasa universal, musik diharapkan bisa menjadi sarana dakwah bagi semua umat.

Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) menanggapi hal ini secara positif dalam membangun esensi yang mereka miliki, yaitu penerus bangsa. RICMA hadir untuk menawarkan kepada remaja agar mau kembali ke mesjid dan mencintai mesjid sebagai tempat ibadah dengan Al-quran sebagai pedoman.

Lahir di tengah berdirinya 40 festival jazz di Indonesia, Ramadhan Jazz festival menjadi satu-satunya festival jazz yang diadakan di lingkungan masjid. Menginjak tahun ketiga, Ramadhan Jazz Festival memberikan beberapa kejutan pada hari pertama acara. Penyanyi lawas Nia Paramitha tampil bersama YK Band, satu-satunya band dari negeri Borneo, Kalimantan. Musisi kenamaan Idang Rasjidi yang tahun lalu juga hadir di Ramadhan Jazz Festival, tahun ini hadir lagi dengan mengajak penyanyi asal pulau Bangka, Yendri Balacan. Idang Rasjidi juga ditemani oleh Saxophonis asal Malaysia, Azmi. Berberapa musisi Tanah Airnya seperti Shena ‘X-Factor’ Malsiana, Suave, Diah Ayu Lestari and Friends, Hajar Bleh Big Band dan IYR turut mewarnai hari pertama 3rd Ramadhan Jazz Festival.

Hari kedua dibuka dengan penampilan Shadu Rasjidi, putra dari Idang Rasjidi. Penonton yang sudah memadati halaman Masjid Cut Meutia dari mulai ba’da Isya tidak segan-segan untuk menikmati acara secara lesehan meskipun sore hari Jakarta sempat hujan. Setelah Shadu Rasjidi band, Pretty Lotion menjadi line up kedua dengan membawakan lagu shalawat jazz dengan warna RnB. Kehadiran Tulus di tahun ini menjadi penampil yang paling ditunggu. Pasalnya, tahun lalu Tulus tidak bisa hadir dikarenakan sedang menjalani operasi gigi. Tampil dengan mengenakan baju koko berwarna biru,Tulus langsung menyapa penonton yang sudah memadati pekarangan Masjid Cut Meutia, menteng, sejak ba’da tarawih. “Senang rasanya saya bisa kembali diundang ke Ramadhan Jazz Festival, meskipun tahun lalu saya tidak bisa hadir karena harus operasi gigi” tutur Tulus. Lewat lagu ‘Tangan dan Kaki Berbicara’, Tulus membuka penampilan perdananya di Ramadhan Jazz Festival 2013.

Selama 15 menit Tulus menghibur penonton RJF 2013. Hingga menjelang larut malam, kolaborasi-kolaborasi apik pun ditampilkan. Seperti kolaborasi antar Joey Alexander, Barry Likumahuwa, Sandy Winarta dan Bas G. Penyanyi kondang sekaligus “gurunya” beberapa penyanyi Indonesia, Bertha, berkolaborasi dengan Bintang dan Joel. Barry Likumahuwa Project menutup perjumpaan 3rd Ramadhan Jazz Festival yang sukses mengundang ribuan penonton selama 2 hari. Buku-buku yang terkumpul sebagai tiket masuk akan langsung didonasikan untuk membangun rumah baca di Wakatobi.