Financial Quick Tips: Mengelola Dana THR

22-07-2013 09:07:31 By Budi Raharjo
img

Beberapa saat lagi dana THR (Tunjangan Hari Raya) akan dibagikan, umumnya adalah sekitar 2 minggu menjelang Hari Raya. Agar dana THR tadi tidak terbuang sia-sia dan salah kelola, ada baiknya kita simak dulu beberapa tips keuangan seputar penggunaan dan alokasi dana THR. Alokasi untuk kebutuhan pengeluaran sebelum, saat dan sesudah Hari Raya Beberapa pengeluaran yang perlu dipertimbangkan saat akan mengalokasikan dana THR adalah yang pertama pengeluaran zakat fitrah. Jangan sampai lupa mengalokasikan dana untuk keperluan ini. Ibadah puasa yang sudah dilakukan selama sebulan penuh bisa menjadi tidak sempurna jika zakat fitrah tidak dilakukan. Pendapatan dana THR ini pun juga perlu dikeluarkan zakatnya, karena dana ini pun adalah bagian dari penghasilan orang yang menerimanya. Kedua adalah alokasi untuk memberikan dana THR bagi asisten rumah tangga, dana THR dapat digunakan untuk menutupi biaya pembayaran THR asisten rumah tangga di rumah. Alokasi berikutnya adalah dana untuk kebutuhan Lebaran, seperti membeli pakaian baru untuk keluarga, keperluan dan pengeluaran mudik, seperti persiapan kendaraan dan transportasi mudik, akomodasi ketika mudik serta rekreasi, kemudian juga alokasi biaya pemulihan sepulang dari mudik, seperti misalnya dana perbaikan kendaraan, antisipasi pengeluaran makan dan laundry karena asisten rumah tangga belum kembali bekerja dan sebagainya (misalnya dana pengeluaran kurban). Dan jangan lupa jika ternyata kamu termasuk golongan orang yang berbudaya memberikan angpau untuk sanak saudara, alokasikan sebagian dana THR untuk berbagi kebahagiaan kepada keluarga. Jangan Digunakan untuk Kebutuhan Rutin Bulanan Yang harus diingat ketika menerima dana THR adalah dana tersebut bukan untuk mengantisipasi pengeluaran rutin bulanan. Jadi, jangan karena ada dana THR kemudian merencanakan meningkatkan pengeluaran yang sifatnya rutin. Jika gaji tetap, maka untuk menutupi pengeluaran bulanan tetap gunakan penghasilan rutin yang ada. Hindari tergoda untuk meningkatkan pengeluaran yang akhirnya menjadi peningkatan gaya hidup. Dana THR adalah termasuk dalam kategori dana pendapatan rutin tahunan. Artinya, biasanya didapatkan bukan rutin setiap bulan namun didapatkan pada bulan tertentu untuk mengantisipasi kenaikan pengeluaran pada saat-saat tertentu. Dalam hal ini adalah pengeluaran Ramadhan bagi kaum muslim.  Anggarkan setiap pengeluaran, dan tantangannya adalah untuk menepati anggaran tersebut dalam setiap kondisi dan situasi. Jika ada pos yang terlalu besar pengeluarannya dari anggaran yang direncanakan, kamu harus bisa mengatasinya dengan menyeimbangkan pengeluaran lain yang menurut kamu kurang penting. Teruskan investasi dan tabungan Pengeluaran Hari Raya yang cenderung tinggi bukan alasan untuk menunda tabungan dan investasi masa depan kamu. Pendapatan yang ada sudah cukup untuk mengatasi semua pengeluaran. Yang dibutuhkan adalah motivasi yang kuat untuk mengelolanya secara bijak. Pikirkan jika tabungan dan investasi masa depan kamu tertunda karena alasan tersebut, konsekuensinya adalah ketidaksiapan kamu untuk mengantisipasi pengeluaran besar yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Tetap jalankan rencana keuangan kamu. Masih surplus? Jika setelah Hari Raya ternyata kamu masih mendapatkan surplus atau sisa dana dari dana THR kamu, kamu bisa mencadangkan dana THR tadi untuk pengeluaran rutin tahunan lainnya, sebagai contoh adalah pengeluaran pajak dan liburan. Atau bisa digunakan untuk menambah investasi dan mengurangi pokok hutang. Orientasikan dana THR tersebut untuk hal-hal yang bersifat kebutuhan penting, syukur-syukur dialokasikan kepada investasi yang akan berkembang di masa yang akan datang. Selamat ber-Hari Raya. Be smart with your money!