Jenis-Jenis Layangan Betawi

15-07-2013 02:07:40 By Egon Saputra
img

Sewaktu kita kecil sering sekali saat pulang atau libur sekolah kita bermain, mengejar hingga bersedih karena sebuah layangan yang kita mainkan putus tersangkut di batang pohon atau atap rumah.

Layangan termasuk mainan tradisional asal Nusantara yang terbuat dari lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang sebagai pengendali serta memanfaatkan hembusan angin untuk memainkannya. Lembaran bahan tipis yang sering digunakan adalah kertas koran dan kertas minyak. Ada juga kertas Dorslah, yang dapat diwarnai menggunakan pensil warna maupun crayon.

Bagi masyarakat asli Jakarta, mainan satu ini memiliki dua jenis. Jenis yang pertama adalah Layangan Aduan. Disebut aduan karena layangan ini memang sengaja diadu dengan layangan orang lain. Yang diadu bisa layangannya, bisa juga benangnya. Benang yang dipakai pun harus benang gelasan; benang yang menggunakan pecahan kaca halus, agar dapat menjatuhkan layangan lain yang hanya menggunakan benang kenur. Jenis layangan kedua adalah Layangan Pegang Anteng. Layangan yang satu ini pantang sekali untuk diadu. Layangan Pegang Anteng pada bulan suci ramadhan sering digunakan untuk membangunkan orang sahur. Bagaimana bisa ? layangan ini dilekatkan sebuah benda kecil bernama Sawangan. Sawangan merupakan benda kecil yang dapat mengeluarkan suara, biasanya digunakan untuk perlombaan burung dara. Jadi, kebayangkan bagaimana uniknya layangan yang satu ini. Layangan Pegang Anteng menuntut kita agar berpikir kreatif. Semakin unik dan rumit dari bentuk layangan tersebut, semakin terpicu juga buat si pengendalinya untuk memikirkan aerodinamika saat diterbangkan. Apakah bakal seimbang di udara atau tidak.

Penemuan Baru Membuktikan Kalau Layangan Berasal dari Nusantara

Anggapan selama ini bahwa layang-layang berasal dari negeri Cina itu ternyata salah. Itulah yang coba dituturkan oleh salah satu Budayawan Indonesia asal Betawi, bang JJ. Saat ditemui di Taman Ismail Marzuki dalam acara Tango Waffle Play Day 2, Bang JJ menjelaskan kalau saat ini sudah ada penemuan baru yang membuktikan kalau layangan memang asli Indonesia. Tepatnya di Sulawesi Tenggara, para peneliti menemukan sebuah lukisan yang menggambarkan orang-orang di pedalaman Sulteng memainkan layang-layang sejak 1000 tahun lalu. “Nenek moyang mereka main layangan dari daun gandu, benangnya dari serat nanas. Kerangkanya sih tetep sama, dari bambu” Jelas bang JJ.

Di lukisan itu juga tergambar para penduduk melakukan ritual untuk bertemu Tuhan, caranya dengan memainkan layangan. Mereka mengharapkan layangan tersebut sampai ke Sang Pencipta. “Jadi kalau ada yang bilang layang itu dari Cina, itu keliru ! Layangan itu asli Nusantara, dari Indonesia.” Tegas bang JJ.