Ngabuburit Sambil Membuat Layang-Layang

15-07-2013 02:07:02 By Egon Saputra
img

Bulan ramadhan seringkali dijadikan alesan untuk mengurangi kegiatan fisik, padahal dengan mengurangi aktifitas fisik di bulan ramadhan, malah akan membuat tubuh semakin loyo. Aktifitas fisik yang dapat dilakukan di bulan suci tidak melulu yang menguras tenaga.

Misalnya saja mengisi waktu ngabuburit Anda dengan bermain layangan dengan anak-anak. Moment seperti ini yang akan mengingatkan kita dengan permainan tradisional tersebut yang kian kemari semakin dilupakan karena pergeseran zaman.

Sebagai perusahaan waffle terbesar di Indonesia, Tango Waffle kembali menyelenggarakan Tango Waffle Play Day 2 dengan tema “Ngabuburit Sambil Main Layangan, Yuk” pada 15 Juli 2013 di pelataran Gedung Teater Jakarta, TIM. Acara ini merupakan komitmen Tango Waffle untuk membawa kembali konsep “bermain” yang menitik beratkan pada gerak fisik, sosialisasi dan kreativitas. Layang-layang pun dipilih karena mengingat permainan ini dulu hingga sekarang sangat digemari oleh semua kalangan. Selain itu layangan juga memiliki banyak filosofi dan nilai-nilai positif yang dapat diajarkan kepada anak-anak.

Melalui Tango Waffle Play Day 2, anak-anak yang hadir diajak untuk mengenal layang-layang lebih dalam lagi. Salah seorang budayawan Indonesia, JJ Rizal, membuka acara ini dengan memaparkan sejarah serta jenis-jenis layangan dari seluruh pelosok Tanah Air. Setelah itu, para peserta yang hadir mengikuti sesi pembuatan layangan yang dipandu teman-teman dari Museum layang-layang Indonesia. Ada juga sesi mewarnai layangan yang cuma bisa diikuti oleh anak-anak. Peserta yang hadir tidak hanya anak-anak saja, orang dewasa pun ikut terhanyut dalam keseruan hari itu. Meski hujan ringan sempat turun, hal itu tak melunturkan rasa bahagia setiap orang yang sedang asik menerbangkan layangannya. Rangkaian acara pun ditutup buka puasa bersama serta pembagian hadiah dan doorprize.