Control: Melawan Epilepsi dan Ketenaran Prematur

13-07-2013 01:07:34 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Bersikap dingin, tatapan yang sedikit sinis bagaikan seorang pembunuh berdarah dingin. Obat-obatan, alkohol, dan David Bowie adalah inspirasi, melupakan frustasi terhadap epilepsinya yang selalu ia rasakan, mencoba untuk melawan penyakit yang menyiksa dirinya.

Debbie (Samantha Morthon) menyukai Curtis yang pendiam. Curtis pun mengajak Debbie serta teman-temannya untuk menonton Sex Pistols di Manchester yang sampai sekarang konser tersebut (masih) dikatakan ‘mitos’ dalam sejarah punk, konon hanya dihadiri 35-40 orang termasuk The Smith dan The Buzzcock. Inspirasi Curtis pun muncul untuk mendirikan band seperti Sex Pistols lalu menamakan Warsaw. Debut mereka mendapat banyak pujian, musik sederhana namun bisa menjadi influence. Akhirnya mereka pun berganti nama menjadi Joy Division.

Ian Curtis berhasil diperankan dengan baik oleh Sam Riley, film garapan Anton Corbijn membuat cerita yang istimewa, berbeda namun hadir dengan ambisi dan intensitas sinematografi yang bercerita. Unsur warna hitam putih yang digunakan sebagai tone utama filmnya berhasil membawa filosofis keseluruhan film tersebut.Terbawa dalam perasaan yang berangsur-angsur menjadi lepas kendali dalam hidupnya. Gaya merokok Ian, penggalan lirik yang ditulis serta atmosfir yang membuat penonton ikut terbawa merupakan sedikit potret kehidupan frontman band post punk asal Manchester. Tekanan popularitas Joy Division serta keinginan memiliki anak , membuat Ian affair dengan Annik (Alexandra Maria Lara) yang ditemui Curtis di sela-sela tur Joy Division. Pergulatan dengan epilepsi, ketenaran yang premature, ketergantungan obat. Apakah Ian memiliki pilihan?

Text by Rendy Frebrianto Pratama