Menyesuaikan Pengeluaran Pasca Kenaikan BBM

25-06-2013 11:06:12 By Budi Raharjo
img

Akhirnya kenaikan harga BBM diumumkan, seperti biasa kenaikan harga BBM akan diikuti oleh kenaikan harga barang dan jasa sehari-hari. Banyak orang yang mulai merasakan perubahan harga tersebut bahkan sebelum kenaikan harga BBM diumumkan. Kenaikan BBM otomatis akan meningkatkan pengeluaran transportasi, jika biasanya pengeluaran transportasi mencapai 25% dari pendapatan, maka kenaikan BBM yang sebesar Rp 2.000,- akan meningkatkan pengeluaran dari sisi biaya transportasi menjadi sekitar 36%. Ini artinya 11% perubahan biaya transportasi. Nah, kenaikan ini akan dikompensasi kepada harga barang dan jasa yang beredar menjadikan kenaikan harga kebutuhan di berbagai bidang termasuk kebutuhan pokok. Bagaimana cara menyesuaikan pengelolaan keuangan pasca kenaikan BBM? Berikut adalah tips-tips keuangan pasca kenaikan BBM:

Membuat Anggaran Pengeluaran Baru

Terkadang memang hidup sulit dan rumit, kejadian-kejadian yang tidak direncanakan yang mengurangi kenyamanan kehidupan mungkin saja terjadi. Salah satunya yang kali ini terjadi, pemerintah mau tidak mau harus menaikkan biaya BBM yang akibatnya berpengaruh secara langsung kepada biaya keseharian. Hal pertama yang harus dilakukan setelah ini adalah membuat anggaran pengeluaran baru. Seperti menekan tombol 'New Document' di komputer, mau tidak mau penyesuaian pengeluaran sesuai dengan harga barang yang baru harus dilakukan. Kenapa? Karena gaya hidup dan pengeluaran yang dijalani sebelum kenaikan BBM adalah biaya hidup dengan harga lama. Jika kita mempertahankan gaya hidup yang lama sedangkan pendapatan tidak berubah, maka jangan heran jika pada akhirnya bisa terjadi defisit keuangan setiap bulannya yang bisa membahayakan kondisi keuangan dalam jangka panjang.

30 Hari Mencatat Pengeluaran

Kedua, adalah mencatat dan mengindentifikasi kembali pengeluaran pribadi dan keluarga hari demi hari. Sulit? Memang tidak mudah dan membutuhkan disiplin. Pekerjaan sederhana yang satu ini bisa membantu kamu menciptakan kesadaran, dan mungkin sekaligus sebagai titik awal penataan keuangan setelah sekian lama. Coba ingat-ingat kapan terakhir kalinya mencatat pengeluaran? Saat ini adalah saat yg tepat jika ingin melakukannya.

Menunda Konsumsi

Apapun rencana konsumsi anda sebelumnya, mungkin akibat kenaikan BBM ini anda harus melakukan sedikit evaluasi dalam 2-3 bulan mendatang. Ingat setelah kenaikan BBM ini pemerintah masih akan menaikkan tarif dasar listrik. Artinya, bukan tidak mungkin dalam beberapa bulan yang akan datang akan ada lagi penyesuaian-penyesuaian pengeluaran. Jadi, tundalah dulu konsumsi atau belanja yang kurang perlu. Amati perubahan-perubahannya hingga akhirnya anda bisa menyesuaikan lagi pola pengeluaran. Hal ini mungkin tidak menyenangkan, tapi kehidupan memang seperti itu. Kemampuan kita beradaptasi pada situasi seperti ini yang memungkinkan kita bertahan.

Pertahankan Tabungan dan Investasi Masa Depan

Jika anda saat ini sedang menabung untuk hari tua, atau biaya pendidikan anak, atau sedang mengakumulasi tabungan untuk uang muka rumah. Sebisa mungkin, lanjutkan tabungan dan investasi masa depan anda. Apapun kondisinya dana tabungan dan investasi anda ini akan tetap anda butuhkan nanti. Jika anda menghentikan bukan tidak mungkin akhirnya anda harus menabung lebih banyak yang tentunya akhirnya mengganggu arus kas bulanan anda.

Asuransi Harus Tetap Berfungsi

Tidak ada yang lebih berbahaya selain dari polis asuransi (terutama asuransi kesehatan) yang tidak berfungsi. Apapun kondisi keuangan anda saat ini, polis asuransi anda harus terus berjalan karena resiko tidak mengenal waktu dan tidak mengerti kondisi keuangan anda. Pertahankan polis asuransi anda agar pola pengeluaran anda tetap terjaga jika sewaktu-waktu resiko terjadi, di saat itulah proteksi asuransi akan menjadi sangat dibutuhkan.

Bagaimana dengan hutang?

Yang menarik dengan hutang adalah sama seperti resiko, cicilan hutang tidak mengenal kondisi anda apakah sedang bekerja atau tidak kewajiban tetap harus ditunaikan. Jaga pembayaran hutang agar tidak terjadi keterlambatan yang berkonsekuensi penalti dan denda. Bagaimana jika akhirnya cicilan meningkat akibat kenaikan tingkat suku bunga? Mengenai hal ini saya akan bahas di artikel selanjutnya. Sekian tips mengelola keuangan dari saya pasca kenaikan BBM. Semoga bermanfaat. Be smart with your money!