Pentas Teater Titik Terang: Sidang Rakyat Dimulai

23-06-2013 03:06:24 By Muhammad Ishlah Alfath
img

Anak-anak kecil bernyanyi tentang harapan dan mimpi-mimpinya; Seorang aktivis muda yang gelisah dan kaya gagasan dan seorang aktivis kawakan yang marah / mabuk merasa tak berguna; Seorang pelacur yang punya mata berlapis; Seorang putri koruptor yang meratap tak sanggup menanggung malu, serta sebuah Sidang Rakyat riuh oleh bertumpuk persoalan. Titik Terang adalah karya Drama ke-sebelas Ratna Sarumpaet setelah tujuh tahun Ratna dan Satu Merah Panggung absen, atau setelah “Pelacur & Sang Presiden” (2006). Karya ini berbicara tentang kehidupan manusia di sebuah negeri yang memiliki kepelikan persoalan sangat sempurna, dengan kebuntuan yang juga sangat sempurna. Dikenal sebagai sastrawan yang tidak memperhalus-halus kata, sebagai mana karya-karya Ratna yang lain, Titik Terang tidak menyembunyikan persoalan dalam lelucon atau sindiran tapi dengan lugas mempersoalkan ketimpangan, ketidak adilan dan penghianatan pada kemanusiaan. Karya ini, adegan-demi adegannya akan memperdengarkan suara-suara tentang kekecewaan, amarah, tangis, juga tawa. Sebagai karya yang menolak akhir yang putus asa, seorang Ibu yang sudah renta dimakan usia, menggiring penonton melihat bahwa ada “Titik Terang” yang harus dikejar. Ada perenungan sejati yang harus ditempuh. Desain Poster TITIK TERANG (New) Dipentaskan 3 - 6 Juli 2013, di Graha Bhakti Budaya – Taman Ismal Marzuki Naskah: Ratna Sarumpaet, kolaborasi dengan Ahmad Yulden Erwin Sutradara : Ratna Sarumpaet Pemain : Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Teuku Rifnu Wikana, Maryam Supraba, Ratna Sarumpaet, Marzuki Hasan, Jean Marais. Artistik : Dolorosa Sinaga, Hartati, Samuel Wattimena, Sugeng Pratikno,