Soekma Djaja, Potret Keluarga Betawi Mempertahankan Budaya dan Tradisi Gambang Kromong

07-06-2013 09:06:47 By Egon Saputra
img

Masyarakat Betawi yang dikenal dengan tradisi musiknya, Gambang Kromong, kini tak lagi eksis seperti dulu yang selalu mewarnai setiap pagelaran kebudayaan Jakarta.

“Banyaknya artis luar negeri yang berdatangan ke Indonesia mengindikasikan mulainya terkikis nilai tradisi dan hiburan yang berwarna tradisional yang ada di Indonesia. Generasi muda sekarang lebih menunggu jadwal artis luar negeri yang datang ke Indonesia dibandingkan pergelaran budaya yang bernilai estetika tinggi” Sambut Endo Sasongko, Promotor Diatone Asia.

Dalam rangka HUT DKI Jakarta ke 486, Gedung Kesenian Jakarta bersama Teater Abang None mempersembahkan pagelaran sandiwara Betawi “Soekma Djaja”. Soekma berarti jiwa atau hati. Djaja berarti kesuksesan atau kemenangan.

[divider]Plot [/divider]

Abdurahman Jaya atau yang dikenal Babe Jaya, merupakan kepala keluarga dari Soekma Djaja. Ditengah keterbatasan, semangat dan mimpinya tidak mati tertelan kondisi dan situasi. Mempertahankan apa yang diturunkan dari pendahulu Soekma Djaja, membuat Babe Jaya semakin khawatir bahwa kedepannya tidak ada lagi yang dapat meneruskan warisan leluhurnya, yaitu Gambang Kromong. Gambang Kromong semakin dikesampingkan seiring perkembangan musik modern, era Globalisasi dimana semakin bebasnya budaya luar yang masuk ke Tanah Air.

[slider crop="yes" slide1="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2013/06/@lutfiardians12-@apriliafitri.jpg" slide2="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2013/06/Jay-Nad.jpg" slide3="http://jakartavenue.com/wp-content/uploads/2013/06/@ragorago-as-Alex.jpg"][/slider]

Babe Jaya memiliki dua orang putra dengan karakter yang berbeda, yaitu Jayadi (Yadi) dan Jaelani (Jay). Yadi si Bungsu yang duduk di bangku SMA, bertekad untuk meneruskan usaha keluarga tersebutnya. Sedangkan Jaya, si sulung peraih beasiswa di kampus ternama, sama sekali tidak berminat terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan kesenian Betawi. Kesenian tradisional dianggapnya tidak bisa memenuhi kepentingan ekonomi keluarga. Hidupnya semakin sulit karena desakan ekonomi yang tidak dapat dipenuhi dari pemasukan sebagai penggiat Gambang Kromong. Berbagai cara pun dilakukan oleh keluarga Babe Jaya untuk bertahan hidup.

Sebuah tugas kampus pun mengharuskan Jay dan beberapa temannya mengharuskan mengangkat kesenian yang ada di Indonesia. Nadine yang juga teman sekelompok Jay, menginginkan Gambang Kromong menjadi tema yang akan mereka angkat. Namun keinginan tersebut sempat ditolak Jay. Lantaran gengsi Jay yang terlalu tinggi dan background keluarga yang berasal dari keluarga Betawi kurang mampu, membuat Jay merasa takut identitas yang selama ini ia sembunyikan bakal terbuka.

Kejadian tragis menimpa Yadi saat hendak beristirahat bersama grup Gambang Kromongnya. Yadi harus mengakhir hidupnya di tangan sekelompok pelajar SMA yang sedang tawuran. Mengetahui peristiwa tersebut, membuat teman-teman kelompok Jay turut melayat ke rumah keluarga Soekma Djaja. Sampai akhirnya mereka tau siapa sebenarnya Jay.

“Sudah jatuh tertimpa tangga pula”, itu lah yang dirasakan Jay saat ini. Hingga pada akhirnya Nadine beserta temannya yang lain, berinisiatif untuk membantu Jay serta kembali meneruskan impian Babe dan Yadi dengan kembali membangkitkan kesenian Gambang Kromong. Kemenangan Hati adalah benih yang etrwujud dari hati seorang Jaelani yag dibukakan, untuk bersehati dalam satu visi keluarga Jaya yang utuh.