Financial Quick Tips: Tanda-tanda Keuangan dalam Krisis

06-06-2013 03:06:03 By Budi Raharjo
img

Hidup terkadang tidak sesuai skenario. Kadang kita berada di atas atau terkadang kita berada di bawah. Begitu pula dengan situasi finansial kita, naik dan turun layaknya menaiki kereta roll-coaster di pusat hiburan anak-anak. Bagaimana kita membaca situasi keuangan kita dan menyadari bahwa situasi keuangan kita perlu mendapatkan perhatian? Berikut adalah tanda-tanda keuangan kamu sedang dalam krisis yang perlu mendapat solusi segera. Defisit Setiap bulan pengeluaran kamu lebih tinggi daripada pemasukan? Atau bahkan pas-pasan? Artinya setiap bulan kamu mengalami defisit keuangan. Seringkali orang berpikir bahwa ketika pemasukan meningkat, maka permasalahan keuangan serta-merta akan selesai. Padahal tidak selalu begitu kenyataannya, seringkali ketika pemasukan meningkat, pengeluaran juga mengikuti dalam bentuk gaya hidup. Jika kamu menyadari bahwa pemasukan saat ini tidak mencukupi untuk membiayai gaya hidup dan pengeluaran, maka kamu harus segera melakukan penyesuaian... dan maksud saya betul-betul segera saat ini juga! Pembayaran Minimum Kartu Kredit Membayar kartu kredit dalam jumlah minimum juga merupakan lampu kuning situasi finansial kita. Kartu kredit adalah salah satu instrumen hutang yang paling mungkin dijadikan dewa penolong saat seseorang mengalami situasi finansial yang sulit ataupun kondisi darurat. Mengapa? Karena mudah digunakan dan selalu tersedia di dalam dompet. Hati-hati menggunakannya jika ternyata alasan kamu menggunakan kartu kredit adalah defisit keuangan, kamu mungkin bisa menggunakannya sekarang. Tetapi, apakah kamu bisa membayar angsuran bunga beserta pokok hutangnya? Ketika hutang demikian membengkak dan terus bertambah, dan kemampuan kamu hanya bisa mencicil dengan pembayaran minimum kartu kredit yang hanya 10%. Ini adalah tanda bahaya situasi finansial kamu. Stop penggunaan kartu kredit jika situasinya demikian. Saldo Tabungan yang Terus Berkurang Setiap bulan kamu mengalami surplus, tetapi dalam review tahunan saldo tabungan kamu berkurang. Berarti ada kebocoran pengeluaran dalam arus kas yang tidak bisa kamu identifikasi. Segera melakukan review pengeluaran dengan melakukan pencatatan. Terutama pencatatan pengeluaran harian dan tahunan. Bisa saja kamu mengalami suprlus setiap bulan, tetapi ternyata jika disetahunkan akhirnya jadi defisit karena pengeluaran tak tetap tahunan yang membengkak seperti biaya pendidikan, pembayaran pajak, liburan atau pengeluaran hari raya. Aset yang Terus Berkurang Defisit yang kemudian akhirnya harus menjual aset? Atau situasi ekonomi yang mengakibatkan aset-aset yang dimiliki merosot nilainya karena krisis ekonomi? Ini juga merupakan salah satu tanda-tanda krisis sudah mulai masuk dalam keuangan kamu. Kadang kita memiliki aset tapi lalai dalam melakukan monitoring atas pertumbuhan ataupun penurunannya setiap waktu. Lakukan review setiap 6 bulan sekali atas kondisi keuangan. Konsultasikan dengan orang yang memang bisa mengerti situasi keuangan kamu. Be smart with your money!