Financial Planning for Entrepreneurs

18-05-2013 02:05:51 By Budi Raharjo
img

Jika kamu menjalankan bisnis atau usaha sendiri, kemungkinan besar seluruh fokus keuangan kamu jatuh kepada usaha yang sedang kamu jalani saat ini. Dan bukan tidak mungkin anda melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan kamu. Ada sebuah istilah dan filosofi yang cukup mendalam dalam diri seorang pengusaha. Yaitu, pelihara bisnis dan usaha kamu sebaik-baiknya, maka bisnis kamu akan memelihara kamu suatu saat nanti. Tidak ada yang salah dalam filosofi ini, hanya saja sebagai seorang wirausahawan kamu perlu mempelajari beberapa hal ini agar tidak terjerumus dalam bencana keuangan bagi diri kamu, keluarga dan keturunan.

Miliki rekening dana hari tua

Kamu harus memiliki sebuah rekening dana hari tua yang khusus ditujukan untuk akumulasi kebutuhan dana hari tua kamu. Memiliki bisnis bukan berarti suatu saat kamu tidak akan pernah pensiun. Pada akhirnya seseorang terpaksa harus berhenti bekerja dan mengelola usahanya karena beberapa hal, usia yang sudah terlalu tua, pikiran yang sudah tidak produktif, tenaga yang melemah, atau pun kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terus mengelola usaha kamu, meskipun kamu memiliki bisnis sendiri. Untuk menciptakan kepastian (saya bilang kepastian) kamu tetap harus memiliki rekening dana hari tua yang terpisah dan dibangun sedikit demi sedikit dari penghasilan usaha kamu saat ini.

Rekening dana hari tua bukan berarti hanya bisnis kamu

Ketika saya mengatakan dana hari tua, itu berarti bukan bisnis kamu. Banyak pebisnis berpikir bahwa hari tua saya akan disokong oleh bisnisnya. Problemnya adalah dalam bisnis selalu ada resiko, dan jika kamu meletakkan seluruh telur kamu dalam satu keranjang, maka kamu harus bersiap-siap apabila keranjang itu jatuh dan memecahkan seluruh telur di dalamnya. Kamu membutuhkan ilmu utama dalam mempersiapkan dana hari tua dari keranjang yang lain untuk menciptakan kepastian masa depan. Yaitu portofolio investasi tidak dari bisnis atau usaha kamu. Ini disebut sebagai diversifikasi, masukkan saham dari usaha lain dari berbagai jenis bisnis dalam portofolio kamu. Sudah banyak cerita yang kita dengar seorang pebisnis yang harus memulai kehidupan dari awal kembali karena dia hanya bergantung pada satu jenis usaha, dan ketika unit usaha itu ambruk maka ambruk pulalah seluruh keuangannya. Diversifikasikan.

Jual sebagian saham kamu

Ketika bisnis kamu sedang bagus, ketika nilai usaha kamu sedang tinggi-tingginya. Jual sebagian saham kamu. Kemudian olah kembali sisa hasil penjualan saham dalam bentuk usaha lain dengan resiko yang lebih rendah. Hal ini terdengar seperti sesuatu hal yang aneh mungkin, tetapi biasanya bisnis jauh lebih berkembang ketika kamu mendapatkan sebuah wawasan baru dari orang baru. Menjual sebagian saham bukan berarti kehilangan kendali atas usaha kamu. Tetapi berarti kamu sudah berhasil menciptakan nilai lebih atas bisnis kamu setiap waktunya sehingga nilai sahamnya terus meningkat setiap waktu. Di sini kamu membutuhkan keterampilan dalam memilih partner yang tepat untuk usaha kamu.

Diluar konsultan pajak, kamu harus memiliki perencana keuangan

Memiliki seorang konsultan bisnis dan pajak untuk usaha kamu adalah sesuatu yang harus kamu lakukan agar usaha kamu berkembang. Tetapi kamu juga harus memiliki seorang perencana keuangan yang akan duduk di samping kamu dan memikirkan bagaimana kelangsungan usaha kamu.

Perencanaan warisan

Kamu bekerja keras untuk membangun usaha dan bisnis kamu, bukankah kamu menginginkan agar suatu saat bisnis dan usaha kamu jatuh ke orang yang tepat baik saat kamu masih ada maupun ketika sudah tiada? Kamu membutuhkan sebuah perencanaan transfer bisnis yang baik untuk menjamin kelangsungan bisnis kamu dari generasi ke generasi. Berkonsultasi dengan seorang ahli hukum seperti seorang pengacara adalah cara yang tepat untuk melakukan hal ini. Be Smart with Your Money!