Entrepreneurial Youth: Seminar & Workshop

17-05-2013 12:05:26 By Muhammad Ishlah Alfath
img

It’s Beyond Profit, It’s How You Benefit Others Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran di Indonesia yang berasal dari total angkatan kerja pada tahun 2010 mencapai 7,41% atau sebanyak 8,6 juta orang. Angka ini tidak diperbaiki dengan penurunan yang signifikan dengan hanya mencapai angka 6,8% di tahun 2011. Tingginya tingkat pengangguran ini disebabkan berbagai faktor, antara lain fokus pemerintah dan pihak swasta hanya pada sektor formal. Hal ini terlihat dari  penyerapan tenaga kerja terdidik di perusahaan atau bidang pemerintahan, padahal tingkat putus sekolah dan kemiskinan di Indonesia masih membludak. Gerakan Kewirausahaan Nasional mengemukakan bahwa setidaknya untuk menjadi negara yang mandiri secara ekonomi dibutuhkan minimal 2% dari total populasi untuk menjadi wirausaha di sektor informal yang bukan hanya mempekerjakan para tenaga kerja terdidik, tetapi juga tenaga kerja terampil. GKN menambahkan bahwa tingkat kewirausahaan di Indonesia dari tahun 2010 ke tahun 2011 mengalami peningkatan dari 0.7% menjadi 1.4%. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat dan semua pihak mulai menyadari pentingnya eksistensi wirausaha di Indonesia. Perlunya peningkatan jumlah wirausaha ini baiknya dibarengi dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja terampil sehingga bisnis tidak hanya mementingkan profit tapi juga memberikan benefit bagi masyarakat. Sebagaimana konsep dasar sustainable  development yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa struktur perekonomian secara makro dan unit usaha secara mikro harus menyelaraskan antara keuntungan (profit), masyarakat (people), dan lingkungan (planet). Berdasarkan data dan fakta yang telah dikemukakan di atas maka Badan Eksekutif Mahasiwa Universitas Bakrie mempersembahkan Entrepreneurial Youth (E-Youth) yang berinisiatif untuk mengangkat sociopreneur sebagai tema besar kompetisi bisnis tahunan. Sebagai generasi muda, kita perlu memupuk rasa peduli para calon wirausaha maupun wirausaha muda terhadap keuntungan masyarakat banyak. Profit yang didapatkan tidak semata menguntungkan sebagian pihak tapi juga menguntungkan berbagai pihak yang terlibat di rantai suplai bisnis, terutama pihak-pihak kurang berpendidikan yang hanya memiliki keterampilan tertentu. Melalui sociopreneur kita sudah dapat mengurangi dua masalah di Indonesia. Pertama terkait masalah social yang terjadi dan kedua masalah kekurangan wirausaha yang kita alami. Dapatkan pengetahuannya di Mega Seminar & Workshop pada 18 Mei 2013 di aula LIPI. Info lebih lanjut http://www.eyouth-ub.info Twitter: @Eyouth_UB