Panggung Mimpi Sigur Ros di Jakarta

12-05-2013 08:05:12 By Egon Saputra
img

Di tengah gempuran konser musisi internasional, awal bulan Mei ini para penggiat musik Ibukota kedatangan band ‘spesial’ asal Islandia, Sigur Ros. Penampilan Sigur Ros Jumat malam lalu (10/5), berhasil menghipnotis para penggemarnya di Istora Senayan.

Musik Sigur Ros yang diluar nalar, ternyata berhasil mengundang ribuan orang untuk melihat kepiawaian musikalitas Jonsi Birgisson (Vokal, Bowed Guitar), George Goggi Holm (Bass) dan Orri Pall Dyrason (Drum).

Konser Sigur Ros tersebut pastinya sangat membekas sekali di hati para penggemarnya. Sekitar 2 jam, Sigur Ros membawa seisi Istora ke sebuah “alam mimpi”.  Kolaborasi berbagai instrumen dan lighting mampu menghasilkan nada-nada distorsi yang begitu halus.

Sekitar pukul 20:55 WIB, lampu hall Istora pun padam dan hanya terlihat tirai putih menutupi panggung. Suara gemuruh penonton terdengar dari segala penjuru. Lewat video yang ditampilkan di layar putih itu, Sigur Ros membuka konsernya dengan ‘yfirboar?’ kemudian disusul oleh ‘n? batter?’. Saat hendak membawakan lagu ketiga, ‘Vaka’, tirai yang menutupi panggung baru diturunkan. Hal itu spontan membuat semua penonton histeris. Ditambah lagi dengan aksi Jonsi yang memainkan gitarnya bak violin.

Memang musik Sigur Ros lain dari band-band pada biasanya. Alunan post-rock dengan balutan lirik berbahasa Islandia, akan membuat sebagian orang sulit mengerti arah musik mereka. Namun dibalik kerumitan itu, sesungguhnya musik Sigur Ros sangat harmonis dan emosional. Itu lah yang membuat band kelahiran 1994 ini masih menjadi malaikat pengantar tidur bagi setiap orang.

Stage ditata sedemikian rupa, ragam material seperti puluhan bola lampu, jam dan instrumen bernuansa klasik disusun rapi sehingga terbentuklah sebuah “panggung mimpi”. Setelah tiga lagu pertama usai, lalu berturut-turut dibawakan ‘hrafntinna’, ‘sæglópur’, ‘svefn-g-englar’, dan ‘varú?’. ‘hoppípolla’ yang di-medley dengan ‘me? bló?’ ternyata berhasil mengundang koor massal selama beberapa menit. Lagu dari album terbaru mereka, ‘kveikur’ (2013) juga turut dibawakan seperti ‘brennistein’.

Sayang, Sigur Ros tampak tidak terlalu banyak interaksi dengan para penggemar. Hanya “Thank you” dan sepatah kata berbahasa Islandia saja yang keluar dari mulut Jonsi. Tapi setidaknya vokalis bersuara falset itu sukses “menyayat” hati para fans Sigur Ros di Jakarta. Sebagai encore, ‘glósóli’ dan ‘popplagí?’ mengakhiri perjumpaan Sigur Ros selama di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang pada 14 Mei mendatang.